Menu

Mode Gelap
Catut Nama Presiden Prabowo, CWIG Desak Kasus PT BAT Bank Naik ke Penyidikan Polisi Indonesia Siap Operasionalkan Nilai Ekonomi Karbon Wamen LHK Ungkap Kesenjangan Pendanaan Iklim Keberhasilan Pasar Karbon tak Hanya Tergantung Regulasi, tapi Kolaborasi Pemangku Kepentingan Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia hingga Akhir Tahun Polri Umumkan Rekrutmen Akpol 2026 Bebas Titipan, Mahfud: Buah Reformasi

GAYA HIDUP

Dokter Spesialis: Jaga Kesehatan Kulit di Bulan Ramadan dengan Menghindari Sabun Antiseptik

badge-check


					Foto: dr. Shelly Levenia Sambodo Perbesar

Foto: dr. Shelly Levenia Sambodo

INAnews.co.id, Jakarta– Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), dr. Shelly Levenia Sambodo, mengungkapkan bahwa masalah kulit kering dan kusam menjadi keluhan yang paling sering muncul selama bulan Ramadan. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya asupan cairan (hidrasi) saat berpuasa yang diperparah dengan aktivitas fisik sehari-hari.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dr. Shelly membagikan beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan masyarakat agar kulit tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa

Pertama pola minum 2-4-2. Ini kata dia, memastikan asupan air putih yang cukup saat sahur, berbuka, dan sebelum tidur.

Kedua, konsumsi nutrisi. “Memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan saat waktu makan tiba.” Ketiga adalah penggunaan pelembap.

“Mengoleskan pelembap atau hand body segera setelah mandi, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Disarankan memilih pelembap yang tidak mengandung pewangi dan bersifat hipoalergenik,” sarannya.

Dr. Shelly memberikan catatan khusus mengenai kebiasaan mandi. Ia menyarankan masyarakat untuk menghindari penggunaan sabun antiseptik selama kulit terasa kering.

“Sabun antiseptik justru membuat kulit makin kering dan mengganggu keseimbangan mikroba normal di kulit. Bakteri baik bisa ikut mati,” jelasnya. Ia merekomendasikan penggunaan sabun yang lembut, seperti sabun bayi atau sabun susu kambing yang memberikan efek “licin” setelah dibilas, karena itu pertanda adanya kandungan pelembap.

Mengenal Gelar Baru Sp.DVE

Dalam kesempatan tersebut, dr. Shelly juga menjelaskan mengenai perubahan nomenklatur gelar spesialisasi yang sebelumnya dikenal sebagai Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK) kini menjadi Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (Sp.DVE).

Meski namanya berubah sesuai regulasi pemerintah, ruang lingkup kerjanya tetap mencakup tiga bidang utama. Yaitu: dermatologi, venereologi, dan estetika.

Dermatologi adalah penanganan penyakit kulit umum, alergi, infeksi (jamur, bakteri, virus, parasit seperti skabies), hingga tumor bedah kulit.

Venereologi adalah penanganan penyakit menular seksual seperti gonore, sifilis, dan kutil kelamin. Dan estetika adalah mengatasi masalah kecantikan seperti kerutan, jerawat, flek, serta prosedur injectable seperti botox, filler, thread lift, dan laser.

Saat ini, dr. Shelly aktif praktik di Heritage Medical, sebuah klinik bersama yang melayani penanganan penyakit umum serta konsultasi spesifik terkait kesehatan kulit dan penyakit menular seksual. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Product Experience SOLAR 2.0, Ortuseight Tegaskan Sebagai Brand Inovator Konsisten Dukung Atlet Dan Komunitas Lari

3 April 2026 - 11:39 WIB

Laboratory Modern Butuh Standar Tinggi, Ini Komitmen Karunia Jasindo

1 April 2026 - 18:30 WIB

Jasa Anti Rayap, Solusi Efektif Melindungi Hunian dari Kerusakan

23 Maret 2026 - 08:02 WIB

Populer GAYA HIDUP