INAnews.co.id, Jakarta– Anies Baswedan memperingatkan ancaman serius berupa eksodus otak-otak terbaik Indonesia ke luar negeri akibat ekosistem dalam negeri yang tidak berintegritas. Menurutnya, para intelektual dan profesional muda Indonesia tidak sanggup mengorbankan integritas mereka demi bertahan di dalam sistem yang koruptif.
“Best brain Indonesia akan mencari ekosistem yang berintegritas. Karena best brain Indonesia, cerdas-cerdas Indonesia ini tidak sanggup kalau harus mengorbankan integritas,” ujar Anies. Ia menyebut banyak perusahaan teknologi yang kini memilih berkantor di Singapura dan Australia lantaran berhadapan dengan persoalan integritas yang mendasar di Indonesia.
Biaya menjalankan usaha di Indonesia menjadi sangat mahal karena harus berkompromi di banyak titik—mulai dari perizinan hingga pengadaan barang. “Biaya menjalankan usaha menjadi sangat mahal karena harus kompromi dengan begitu banyak urusan,” tuturnya.
Anies mengingatkan bahwa Indonesia pernah menjadi rujukan bangsa-bangsa baru yang merdeka, dengan para founding fathers yang memesona dunia berkat kecemerlangan dan kejujuran mereka. Tokoh seperti Agus Salim, Soekarno, Hatta, Natsir, dan Sjahrir menjadikan Indonesia sebagai ‘darling’ dunia. “Mengembalikan integritas—karena kita dulu pernah punya—melalui integritas, ini harus jadi PR utama kalau kita mau bangkit lagi sebagai bangsa,” pungkasnya.






