INAnews.co.id, Madiun – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan yang penuh berkah, maka diisi dengan kegiatan sosial untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, Innova Reborn Lovers (IRL) Regional Jawa Timur menggelar kegiatan pembagian takjil gratis kepada para pengendara yang melintas di jalan utama kota Madiun, pada Sabtu (28/ 02/2026).

Pembagian takjil sebanyak 500 goodybag ini merupakan bentuk kepedulian Member Innova Reborn Lovers Regional Jawa Timur kepada masyarakat, khususnya bagi para pengendara yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
“Takjil dibagikan kepada pengendara dalam rangka menjalin silaturahmi antara member Innova Reborn Lovers Regional Jawa Timur dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membantu para pengendara yang belum sempat berbuka puasa di rumah,”

Melalui kegiatan ini, Member Innova Reborn Lovers Regional Jawa Timur berharap dapat semakin mempererat hubungan emosional antara IRL Regional Jawa Timur dan masyarakat kota Madiun , serta menghadirkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian di bulan suci Ramadan.
Hadir dalam kegiatan Ramadan penuh berkah ini Om Edy selaku Ketua Regional Jawa Timur, dan juga dihadiri oleh IRL pengurus pusat yaitu Waketum Om DD Sulaiman dan Sekjen Om Rama, lalu hadir juga Panitia Suport, Om Candra, Om Yudi, Tante Ifah serta Bendahara, Om Aswin, Registrasi, Om Mirza dan 65 Perserta / Anggota Member IRL Jawa Timur hadir bersama Keluarga atau pasangan.
Dalam keterangan resminya Om Didik selaku Ketua Panitia Kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan sosial dibulan ramadhan ini bertema ” IRL Peduli dan Berbagi di Bulan Suci”yang di ikuti sebanyan 65 Member ini merupakan bentuk kepedulian IRL Regional Jawa Timur kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, ” ujarnya.

“Melalui kegiatan ini, kami Member dan Jajaran Pengurus IRL Regional Jawa Timur ingin berbagi dengan masyarakat kota Madiun sekaligus mempererat hubungan sosial kemasyarakatan, Semoga takjil yang kami bagikan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” lanjutnya.
Usai membagikan takjil kepada para pengendara dan warga yang melintas, kegiatan dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama di Aston Hotel Madiun Ruang Conference Center. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak hangat mewarnai kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan berbuka puasa bersama tersebut salah satu agenda utama yang selalu dinantikan adalah pemberian santunan kepada anak yatim dan anak yatim-piatu. Santunan diberikan melalui Panti Asuhan ” Kami Sayang Kamu” sebesar 5.000.000 (Lima Juta Rupiah) dan Selanjutnya melalui PANTI Asuhan “Anak Luara Biasa Asih” sebesar 8.810.000,- rupiah. yang di berikan sebagai tali Asih dari IRL Regional Jawa Timur.
“Mohon jangan lihat besar kecilnya bantuan atau santunan ini, tapi lihatlah niat baik kami untuk berbagi. Semoga ini bermanfaat bagi mereka,” imbuhnya. Sabtu (28/02/2026)
Dalam sambutannya Ketua Regional Jawa Timur Om Edy mengatakan,” bahwa tujuan dari kegiatannya ini ialah memberikan sedikit kebahagian kepada anak-anak yang kehilangan orang tua dan menjalin kasih sayang serta memupuk nilai-nilai kemanusiaan.”Ungkapnya.
“Pentingnya berbagi terhadap sesama, supaya kebahagian yang kita rasakan saat ini, mereka juga dapat merasakannya,” tambahnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama pengurus pusat yaitu Waketum Om DD Sulaiman dan Sekjen Om Rama yang hadir langsung secara bersamaan mengatakan, “Bahwa bulan Ramadhan momen yang tepat untuk berbagi, Kami ingin anak anak yatim merasakan kebahagiaan dan kepedulian dari kami.
“Karena di dalam setiap rejeki kita ada hak mereka. Kami sama-sama hobi di dunia otomotif khususnya club mobi yaitu Innova Reborn Lovers, kalau tidak ada manfaat buat masyarakat buat apa? Dalam kegiatan di bulan Ramadhan, Kami tunjukkan ke masyarakat kalau kami peduli,” ungkap Rama Selaku Sekjend Pengurus Pusat IRL.

“Kami berharap acara silaturahmi melalui kegiatan soaial dengan berbagi dibulan ramadhan seperti ini jangan sampai terputus, semoga apa yang telah kami berikan dapat bermanfaat bagi sesama,” Pungkasnya.






