INAnews.co.id, Jakarta– Uji coba rudal balistik antarbenuanya yang mampu menempuh jarak 1.400 km dengan kecepatan 15 kali kecepatan suara telah membuat dunia terperangah. Rudal yang diluncurkan Iran itu dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome milik Israel dan tidak mampu diintersep oleh rudal Patriot Amerika Serikat.
Analis Mardigu Wowiek menjelaskan kecanggihan sistem tersebut dalam diskusi di kanal YouTube Helmy Yahya, Rabu. Rudal itu tidak ditembakkan secara horizontal seperti roket konvensional, melainkan meluncur vertikal ke arah stratosfer, lalu melepaskan hulu ledaknya yang turun dengan gerakan meliuk-liuk sehingga tidak terbaca radar.
“Dunia kaget karena itu speednya tidak bisa ditangkap radar, tidak bisa diintersep sama rudal Patriot. Dan Iran bilang, ‘Gua masih punya 100’,” kata Mardigu Wowiek.
Connie menambahkan bahwa Iran terbukti tidak hanya mampu bertempur secara asimetris, menggunakan drone murah yang menguras pertahanan mahal musuh tetapi juga sanggup melawan secara simetris, rudal lawan rudal. Ia mengingatkan bahwa kendati 3.000 titik infrastruktur Iran dibombardir, Iran masih mampu meluncurkan serangan balasan.
Yang semakin mengejutkan, menurut keduanya, adalah fakta bahwa Iran berhasil mencapai kemampuan militer setinggi ini setelah lebih dari 47 tahun hidup di bawah embargo ketat tanpa IMF, tanpa WHO, bahkan tanpa akses vaksin COVID.






