Menu

Mode Gelap
Catut Nama Presiden Prabowo, CWIG Desak Kasus PT BAT Bank Naik ke Penyidikan Polisi Indonesia Siap Operasionalkan Nilai Ekonomi Karbon Wamen LHK Ungkap Kesenjangan Pendanaan Iklim Keberhasilan Pasar Karbon tak Hanya Tergantung Regulasi, tapi Kolaborasi Pemangku Kepentingan Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia hingga Akhir Tahun Polri Umumkan Rekrutmen Akpol 2026 Bebas Titipan, Mahfud: Buah Reformasi

GLOBAL

Trump Tersudut Kasus Epstein Maka Serang Iran

badge-check


					Foto: dok. history Perbesar

Foto: dok. history

INAnews.co.id, Jakarta– Di balik keputusan militer Amerika Serikat menyerang Iran, Connie Rahakundini Bakrie dan Mardigu Wowiek melihat motif politik domestik yang kuat. Keduanya meyakini serangan ini merupakan manuver pengalihan isu di tengah tekanan dalam negeri yang kian menghimpit Presiden Donald Trump.

Mardigu menyebut beredarnya rekaman suara yang diduga milik Trump, berisi pernyataan bahwa serangan terhadap Iran perlu disegerakan untuk menutup perhatian publik dari berkas Epstein yang mulai bergulir di Kongres. Meski ia mengakui belum dapat memverifikasi keaslian rekaman tersebut, ia menilai konteksnya sejalan dengan pola manuver yang selama ini dilakukan Trump.

Connie menambahkan bahwa posisi politik Trump semakin goyah. Gerakan untuk melengserkannya melalui mekanisme impeachment disebut terus menguat, bahkan di kalangan internal militer Amerika sendiri. Ia mengutip laporan mengenai puluhan perwira marinir pensiunan yang secara terbuka menolak keterlibatan dalam perang ini.

“Ini perangnya Trump, ini bukan perangnya Amerika,” mengutip pernyataan para perwira pensiunan AS dalam wawancara di kanal YouTube Helmy Yahya, Rabu (11/3/2026).

Menurut Connie, Amerika sebenarnya semula hanya ingin menjalankan ‘Jakarta Method’, memecah belah masyarakat Iran dari dalam, menyiapkan kandidat pemimpin baru, lalu menciptakan momentum pergantian rezim. Namun skenario itu justru berbalik: alih-alih rakyat Iran memberontak melawan pemerintahnya, serangan dari luar malah memperkuat persatuan bangsa Iran dan melahirkan pemimpin baru yang lebih muda, lebih dekat dengan militer, dan jauh lebih anti-Barat dari pendahulunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Potensi Asian Tenggara Jadi Kekuatan Penanganan Perubahan Iklim Global

16 April 2026 - 21:43 WIB

Ancaman Iran atas Selat Hormuz Perlawanan Terencana

14 April 2026 - 22:40 WIB

Prabowo-Putin Pererat Hubungan: Dari BRICS hingga Kemandirian Energi

14 April 2026 - 20:37 WIB

Populer GLOBAL