Menu

Mode Gelap
MAXUS MIFA 7: Solusi Mobilitas Modern di GIIAS 2026 Warga Jakarta Pusat Deklarasi Perang Terhadap Tramadol Buton Selatan Raih LPM Award 2026, Bukti Komitmen Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Digitalisasi UMKM Tumbuh Pesat, tapi INDEF Nilai Belum Inklusif Pertumbuhan Ekonomi RI tak Ditopang Sektor Riil Sahroni Desak Polri Ungkap Bandar Besar di Balik 46 Juta Pil Koplo

POLITIK

Hilirisasi Nikel Masih Bolong di Tengah

badge-check


					Hilirisasi Nikel Masih Bolong di Tengah Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Bhima Yudhistira menilai program hilirisasi nikel Indonesia selama satu dekade terakhir belum mencapai potensi penuhnya karena rantai nilai di tingkat menengah masih kosong.

Sebagian besar produk olahan nikel saat ini masih berupa produk semi-primer seperti feronikel atau nickel pig iron yang langsung diekspor, alih-alih diolah lebih lanjut menjadi produk bernilai tinggi seperti prekursor baterai atau baja tahan karat. “Kita hollow in the middle,” kata Bhima dalam wawancara bersama Gita Wirjawan yang tayang Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan, ketidakpastian arah kebijakan akibat dinamika geopolitik, termasuk tekanan tarif dari Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump, turut membuat investor ragu memperluas komitmen di sektor ini.

Bhima mendorong pemerintah untuk menetapkan industrial policy yang jelas, menjaga konsistensi kebijakan, dan memastikan investor yang sudah masuk tidak khawatir Indonesia akan kembali mengekspor bahan mentah. Ia juga melihat peluang besar untuk menghubungkan narasi hilirisasi dengan kebutuhan mineral kritis bagi pengembangan kecerdasan buatan dan transisi energi global.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Menyoroti Nasib Pekerja Muda di Tengah Turunnya Pengangguran

7 Agustus 2026 - 15:31 WIB

Koalisi Sipil Desak DPR Keluarkan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan

7 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Said Didu: “Jangan Turunkan Layar di Tengah Badai, Pak Prabowo!”

6 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Populer POLITIK