INAnews.co.id, Jakarta– Sekretaris Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS), Andrian Lame Muhar, menegaskan bahwa kelangkaan plastik bukan isu utama yang mengganggu pasar rakyat saat ini. Justru kenaikan biaya transportasi akibat isu kenaikan harga solar yang menjadi ancaman nyata bagi distribusi bahan pangan.
“Plastik itu murah, pedagang bisa substitusi dengan daun pisang atau kertas. Tapi transportasi ini yang berat,” ujar Andrian saat diwawancarai awak media di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Andrian menyebut, ongkos pengiriman minyak goreng dari Jakarta kini menembus Rp1,3 hingga Rp1,5 juta per mobil boks, dari sebelumnya hanya sekitar Rp900 ribu hingga Rp1,1 juta. Kondisi ini semakin memberatkan jalur distribusi ke wilayah timur Indonesia, yang tidak menggunakan hub Jawa sehingga harganya jauh lebih tinggi.
Terkait nilai tukar dolar yang telah menyentuh Rp17.000, Andrian menilai bahan pangan lokal relatif aman selama swasembada pangan terjaga. Yang rentan adalah komoditas impor seperti bawang putih, daging substitusi, dan gula rafinasi.
Kabar baiknya, harga sembako di pasar rakyat saat ini disebut masih stabil pascalebaran, seiring kembalinya pedagang ke pasar dan gencarnya program pangan murah dari pemerintah.
Andrian juga mengungkapkan, INKOPPAS tengah mendorong percepatan revitalisasi 13 ribu pasar rakyat di seluruh Indonesia bersama Kemenko Pangan dan Kemenko Infrastruktur. Tahun ini, enam pasar sudah masuk tahap bantuan dari Kementerian PU.
Pada 14 April mendatang, INKOPPAS dijadwalkan menghadiri undangan, di mana salah satu agenda utamanya adalah mendorong subsidi transportasi logistik pangan, termasuk reaktivasi program tol laut, demi menekan biaya distribusi yang kian memberatkan pedagang pasar rakyat.






