INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah derasnya kritik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto yang memasuki bulan ke-18, Mahfud MD menegaskan bahwa ia tidak menginginkan pergantian presiden di tengah jalan. Namun, ia juga tak mau menutup mata terhadap persoalan yang kian menumpuk.
“Kita ini tidak ingin ganti-ganti presiden di tengah jalan. Kita orang cukup beradab. Tapi kalau kritiknya diabaikan terus, rakyat biasanya mual juga akhirnya bersuara,” ujar Mahfud dalam podcast Terus Terang, Selasa (7/4/2026).
Mahfud memberi sejumlah catatan positif: stabilitas keamanan terjaga, kasus terorisme dan radikalisme meredam, dan kebutuhan pokok masyarakat saat Lebaran tersedia cukup. Namun ia mengingatkan pemerintah bahwa mendengarkan kritik saja tidak cukup—perlu ada penelitian atas kebenarannya dan tindak lanjut yang nyata.
Mahfud menekankan bahwa konstitusi dan penegakan hukum adalah satu-satunya jangkar yang bisa menyelamatkan negara dari kekacauan. Ia mengajak pemerintah kembali ke komitmen awal Prabowo sendiri: strategi yang benar, manajemen yang baik, dan pemerintahan yang bersih. “Masih ada waktu 3,5 tahun. Mumpung masih ada kesempatan,” tandasnya.






