Pengamat Sebut “Inflasi Pengamat” Lebih Bahaya jika Pesan yang Ditertibkan
- account_circle Robi
- calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok. Remotivi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Hendri Satrio merespons santai tudingan soal “inflasi pengamat” yang belakangan ramai diperbincangkan, termasuk setelah pernyataan pemerintah soal rencana penertiban pengamat. Namun ia mewanti-wanti bahwa ancaman terbesar bagi demokrasi bukan pada banyaknya pengamat, melainkan jika yang ditertibkan adalah pesannya.
“Yang nakutin buat demokrasi itu adalah penertiban pesan. Lu enggak boleh ngomong tentang A, B, C, D, E, itu sangat bertentangan dengan demokrasi,” kata Hendri dalam wawancara di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Sabtu (25/4/2025).
Hendri menjelaskan bahwa label pengamat sejatinya harus dapat dipertanggungjawabkan secara latar belakang akademik maupun rekam jejak pengalaman. Ia mengakui banyak bermunculan pengamat di kanal-kanal YouTube tanpa basis keilmuan yang jelas, namun menurutnya hal itu bisa disikapi dengan literasi kritis penonton, bukan dengan penertiban oleh pemerintah.
Ia juga menegaskan bahwa kritik dari para pengamat merupakan bentuk kecintaan terhadap negara. Dalam situasi ekonomi yang berat seperti sekarang, ia mendorong pemerintah agar tidak tipis telinga terhadap masukan dari luar. “Apa yang disampaikan pengamat itu salah satu bentuk kecintaan mereka kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar