INAnews.co.id, Jakarta– Sekretaris Badan Otonom BPP Hipmi Syariah, Marviarum Eka Ramdiati, menyebut perempuan pelaku usaha di Indonesia masih menghadapi skeptisisme masyarakat.
Menurutnya, banyak pihak belum menganggap perempuan mampu menjalankan bisnis secara serius.
“Banyak yang beranggapan perempuan berbisnis hanya untuk menambah pemasukan keluarga, bukan untuk membangun perusahaan besar,” ujar Marvi dalam wawancara di kanal YouTube INDEF, Rabu (22/4/2026).
Ia menilai pandangan ini menjadi penghambat utama perempuan untuk mengembangkan usahanya.
Selain stigma sosial, keterbatasan akses pasar secara offline juga menjadi kendala, karena banyak perempuan lebih mengandalkan perdagangan digital dari rumah ketimbang ekspansi langsung ke pasar luar.






