INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah volatilitas pasar dan maraknya pump and dump, Ketua Umum PROPAMI NS Aji Martono menawarkan strategi sederhana namun terstruktur bagi investor ritel: formula “Tiga Ur”, dana dapur, dana nganggur, dan dana tempur.
“Dari total dana yang kita punya, 50 persen jadikan dana dapur, jangan diganggu gugat. Dari sisa 50 persen itu, separuhnya adalah dana nganggur untuk investasi jangka panjang, separuh lagi adalah dana tempur untuk trading,” jelas Aji dalam Diskusi Publik Nasional di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Dengan pemisahan dana ini, investor tidak akan panik menjual aset di saat yang salah hanya karena kebutuhan mendesak. Aji juga menekankan pentingnya disiplin cut loss, menetapkan batas kerugian yang dapat ditoleransi sebelum berinvestasi, bukan setelah harga jatuh.
Ia mengingatkan bahwa kesalahan paling umum investor ritel adalah membatasi keuntungan saat harga naik, namun membiarkan kerugian menggunung saat harga turun. Pendekatan analisis fundamental dan teknikal, ditambah pemahaman makroekonomi, disebutnya sebagai kunci untuk tidak menjadi korban gelombang pump and dump yang terus berulang.






