Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

NASIONAL

ASEAN Bersatu Jaga Pangan dan Energi, RI Dorong Damai Kamboja–Thailand

badge-check


					Foto: Sugiono/tangkapan layar Perbesar

Foto: Sugiono/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Menteri Luar Negeri Sugiono, Sabtu (9/5/2026), menyampaikan bahwa perhatian bersama para pemimpin ASEAN berpusat pada dampak konflik di Timur Tengah terhadap ketersediaan pangan dan energi di kawasan. “Ada kesadaran bersama bahwa dengan situasi saat ini, perlu inisiatif untuk menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang resilien, khususnya di bidang energi dan pangan,” ujarnya.

Dua deliverable konkret dihasilkan dari KTT ini. Pertama, ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA) yang disepakati bersama. Kedua, mekanisme ASEAN Plus 3 Emergency Rice Security yang resmi menjadi bagian dari hasil pertemuan. Sugiono menegaskan bahwa ketergantungan energi dari luar secara berlebihan, sebagaimana terjadi pasca-COVID, tidak boleh terulang.

Indonesia sendiri disebut telah lebih dulu mengambil langkah serupa. Pemerintahan Prabowo menempatkan ketahanan energi dan pangan sebagai prioritas utama, yang salah satu hasilnya adalah tercapainya swasembada beras, serta akselerasi program energi alternatif.

Dalam sesi retreat yang tertutup, para pemimpin ASEAN juga membahas perkembangan di Myanmar pascapemilu. Indonesia menegaskan posisinya: pemilu harus inklusif, mampu mengatasi permasalahan yang ada, dan berpegang pada Five Point Consensus. Sugiono mencatat beberapa gestur positif dari pemerintah baru Myanmar, di antaranya pembebasan lebih dari 6.000 tahanan politik dan perubahan status penahanan Aung San Suu Kyi.

“Sebagai satu keluarga dalam kawasan, negara-negara ASEAN harus terus memberikan perhatian dan meng-engage Myanmar untuk menemukan jalan yang mereka tentukan sendiri,” kata Sugiono.

Presiden Prabowo dikonfirmasi menginisiasi pembicaraan rekonsiliasi antara Thailand dan Kamboja dalam sesi tertutup. Ia menganalogikan bahwa hampir semua negara ASEAN memiliki persoalan perbatasan, namun mampu mengelolanya melalui dialog dan negosiasi. “Daripada mempertajam perbedaan, biarlah urusan hukum terus berjalan, tapi sementara itu carilah hal-hal positif yang bisa dikerjasamakan demi kepentingan rakyat masing-masing,” demikian inti pesan Prabowo sebagaimana disampaikan Sugiono.

Pada sela-sela KTT, Presiden Prabowo juga menaiki kendaraan taktis Maung—produksi dalam negeri, yang disambut positif oleh delegasi negara lain. Sugiono menyebut kehadiran Maung di forum internasional ini sebagai wujud kebanggaan bahwa Indonesia mampu tampil dengan peralatan buatan bangsanya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan

11 Juni 2026 - 16:54 WIB

Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak

11 Juni 2026 - 14:49 WIB

Kritik Keras Kebijakan Ekonomi Purbaya

11 Juni 2026 - 08:50 WIB

Populer POLITIK