News Feed
light_mode
Trending Tags

CBA : KPK Berani Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

  • account_circle Helmi Romdhoni
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id,  Jakarta– Direktur Eksekutif Center For Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil dan memeriksa Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budi Utama.

Alasan CBA meminta KPK periksa Djaka Budi terkait pengembangan kasus dugaan korupsi importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Desakan itu disampaikan Uchok Sky setelah KPK menyita satu unit kontainer di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, dalam rangka pengembangan perkara dugaan korupsi importasi yang tengah diusut lembaga antirasuah tersebut.

Penyitaan dilakukan usai tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di wilayah Semarang pada 11-12 Mei 2026. Dalam penggeledahan itu, penyidik juga menyasar rumah pengusaha Heri Sutiyono alias Heri Black.

“Tanpa memeriksa Djaka Budi Utama, KPK hanya melakukan penyelidikan yang menjadi tontonan publik saja. KPK hanya berani kepada pejabat kelas teri seperti kepala daerah,” kata Uchok Sky dalam keterangannya, Minggu 17 Mei 2026.

Uchok juga menyinggung posisi Djaka Budi Utama yang disebut sebagai sosok dekat Presiden Prabowo Subianto.

“Bisa juga KPK tidak berani memeriksa Djaka Budi Utama karena Djaka adalah bekas anak buah dan orang kepercayaan Presiden Prabowo sehingga KPK ketakutan dengan Presiden,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan kontainer yang disita diduga milik importir yang terafiliasi dengan korporasi PT Blueray Cargo.

“Diduga milik importir yang terafiliasi dengan PT BR,” ujar Budi Prasetyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Menurut Budi, kontainer tersebut menjadi perhatian penyidik karena tertahan selama sekitar 30 hari di pelabuhan tanpa adanya pengajuan dokumen clearance untuk keluar dari kawasan kepabeanan.

KPK kini mendalami proses administrasi dan mekanisme perizinan yang berlangsung di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Tentu ini akan dicek bagaimana proses clearance-nya, proses izinnya kepada Ditjen Bea dan Cukai itu seperti apa,” kata Budi.

Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik menemukan spare part kendaraan di dalam kontainer yang masuk kategori barang larangan dan pembatasan (lartas). Barang dengan kategori tersebut memerlukan dokumen dan izin tertentu sebelum dapat dikeluarkan dari kawasan pelabuhan.

“Di dalamnya berisi spare part kendaraan yang masuk kategori lartas atau dilarang ataupun dibatasi,” ujarnya.

KPK juga masih mendalami identitas korporasi pemilik barang serta keterkaitannya dengan struktur afiliasi PT Blueray Cargo.

Kasus ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan KPK dalam perkara dugaan suap importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

 

 

 

  • Penulis: Helmi Romdhoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Bhima Yudhistira Adhinegara: RI Kalah dari Vietnam karena Biaya Siluman

    Bhima Yudhistira Adhinegara: RI Kalah dari Vietnam karena Biaya Siluman

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyebut biaya siluman sebagai salah satu penyebab utama Indonesia kalah bersaing dengan Vietnam dalam menarik investasi industri. Menurut Bhima, kepala daerah di Vietnam berlomba-lomba menawarkan insentif kepada investor secara langsung dan otonom, mulai dari keringanan pajak hingga jaminan lahan hingga 150 […]

  • FIF Group Raih Penghargaan Industrial Relation Award

    FIF Group Raih Penghargaan Industrial Relation Award

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2019
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Semarang –  PT Federal International Finance atau FIFGROUP yang merupakan anak Perusahaan dari PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang pembiayaan.

  • Perkaya Informasi Kebencanaan Untuk Kurangi Risiko Bencana di NTB

    Perkaya Informasi Kebencanaan Untuk Kurangi Risiko Bencana di NTB

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Idrus Jalmonadi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Mataram –Pemahaman tentang bencana sangat penting, terlebih dengan potensi risiko bencana yang ada di Nusa Tenggara Barat. Oleh karenanya masyarakat diharapkan dapat tetap waspada, diantaranya dengan meningkatkan pemahaman dan akses informasi tentang kebencanaan. Sebagaimana yang dikatakan Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd., saat rapat koordinasi kebencanaan bersama Badan Penanggulangan Bencana […]

  • Persatuan Guru Besar Indonesia Bentuk Satgas Lingkungan Berkelanjutan

    Persatuan Guru Besar Indonesia Bentuk Satgas Lingkungan Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Syubhan Akib
    • 0Komentar

    JAKARTA, INAnews – Tiga guru besar bertemu secara hangat dan penuh makna pada Kamis( 23/09/2025). Prof. Dr. Ir. Gimbal Doloksaribu, Ketua Umum Persatuan Guru Besar Indonesia (PERGUBI), Prof. Hoga Saragih, dan Prof. Dr. Rudy Harjanto dari LSPR Institut Komunikasi dan Bisnis, duduk berdampingan, bukan hanya sebagai akademisi, tetapi sebagai tokoh yang berkomitmen pada kemajuan ilmu […]

  • BKNDI Bersama Koperasi Konsumen BKNDI Mandiri Resmikan Cafe Desa

    BKNDI Bersama Koperasi Konsumen BKNDI Mandiri Resmikan Cafe Desa

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta–Badan Komunikasi Nasional Desa se-Indonesia atau singkatnya BKNDI lakukan Soft launching unit usaha barunya  yaitu cafe shop  di kawasan Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu 5/08/20.

  • Bunda Khouni Resmi Tutup, Kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata

    Bunda Khouni Resmi Tutup, Kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2020
    • account_circle Resa R
    • 0Komentar

    INAnews.co.id Bitung– Dinas Pariwisata Kota Bitung menggelar pelatihan pemandu wisata yang menguasai teknik menyelam. Pelatihan pemandu wisata alam selam dilaksanakan selama 8 hari kepada 40 peserta. Kegiatan yang dilaksanakan selama 8 hari, secara resmi ditutup oleh Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Khouni Lomban-Rawung, kegiatan ini turut disaksikan oleh Wali Kota Bitung Maximilian J […]

expand_less