Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

POLITIK

Dahlan Iskan: Koperasi Merah Putih Bukan Koperasi Sejati

badge-check


					Foto: Dahlan Iskan/tangkapan layar Perbesar

Foto: Dahlan Iskan/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Tokoh pers dan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan secara terang-terangan menyatakan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sejatinya bukanlah koperasi dalam pengertian konvensional. Pernyataan itu ia sampaikan dalam forum diskusi daring Indonesia Leaders Talk yang diunggah kalan YouTube Mardani Ali Sera, Jumat (15/5/2026), yang membahas tema membangun koperasi desa tangguh.

Dahlan mengungkapkan, seluruh operasional 83.353 unit KDMP yang tersebar di desa dan kelurahan seluruh Indonesia saat ini dikendalikan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, sebuah perusahaan di bawah payung BUMN, bukan oleh pengurus koperasi hasil musyawarah warga.

“Kita harus sadari sepenuhnya dan blak-blakan saja. Sebetulnya ini bukan koperasi pada awalnya. Belum ada anggota, belum ada pengurus yang benar-benar bekerja. Semua yang bekerja adalah jaringan PT Agrinas Nusantara,” katanya.

Dahlan mengaku telah mengunjungi langsung kantor pusat PT Agrinas Pangan Nusantara dan menyaksikan war room berisi 35–36 operator komputer, semuanya personel TNI, yang memantau perkembangan pembangunan fisik koperasi secara real time di seluruh Indonesia.

Lebih jauh, ia memaparkan bahwa pengawasan program ini melibatkan rantai komando militer dari tingkat Koramil, Kodim, Kodam, hingga Markas Besar TNI. Setiap Selasa, rapat khusus digelar di Mabes TNI dengan menghadirkan direksi Agrinas dan seluruh Pangdam melalui koneksi daring.

Menurut Dahlan, rancangan pemerintah adalah menyerahkan pengelolaan koperasi kepada pengurus desa yang sesungguhnya setelah dua tahun masa inkubasi oleh Agrinas. Ia mengibaratkan model ini mirip jaringan Indomaret atau Alfamart, namun dimiliki negara untuk sementara, sebelum akhirnya ditransfer ke masyarakat desa.

“Mungkin dasar pemikirannya, dengan positive thinking, adalah negara ini akan kuat kalau ekonomi dijalankan oleh koperasi, bukan usaha-usaha raksasa. Tapi menunggu berkembangnya koperasi sampai ke semua desa itu tidak pernah terjadi secara alamiah,” katanya.

Dahlan juga menyoroti peluang sinergi yang terlewat antara KDMP dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Idealnya, seluruh kebutuhan bahan baku MBG dipasok dari KDMP, namun karena MBG lebih dulu berjalan, ekosistem rantai pasoknya sudah terbentuk dan sulit dialihkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak

11 Juni 2026 - 14:49 WIB

Kritik Keras Kebijakan Ekonomi Purbaya

11 Juni 2026 - 08:50 WIB

Mendukung Chatib Basri Jadi Menkeu, Menolak Purbaya Pimpin BI

10 Juni 2026 - 17:50 WIB

Populer POLITIK