Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

INDAG

Kurban Online Berisiko Kikis Nilai Sosial dan Spiritual

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Kemudahan kurban berbasis aplikasi dinilai berpotensi mengikis dimensi sosial dan spiritual yang selama ini melekat dalam ibadah tersebut. Ekonom senior INDEF, Akhmad Affandi Mahfudz, menyampaikan kekhawatiran itu dalam wawancara di kanal YouTube INDEF, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, kurban konvensional mengandung nilai gotong royong, interaksi langsung antarwarga, dan penghayatan spiritual yang sulit direplikasi secara digital. Keterlibatan fisik—mulai dari memilih hewan, menyaksikan penyembelihan, hingga berbagi daging bersama—merupakan bagian tak terpisahkan dari makna pengorbanan itu sendiri.

“Teknologi bisa mereduksi nilai kebersamaan. Tapi di sisi lain, ini membantu mereka yang memang tidak mampu hadir secara fisik karena sakit atau jarak yang jauh,” ujarnya.

Ia mewanti-wanti agar kemudahan digital tidak melahirkan sikap meremehkan ibadah. Orang yang mampu secara fisik namun memilih jalur online semata karena alasan kenyamanan, menurutnya, perlu merenungkan kembali di mana letak pengorbanan yang sesungguhnya dalam ibadahnya itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

ARMO Cargo Pengiriman Barang Indonesia-China

26 Mei 2026 - 12:41 WIB

Permintaan Presiden: Deregulasi Dipercepat, Izin Jangan Sampai 2 Tahun

15 Mei 2026 - 10:36 WIB

Bhima Yudhistira Adhinegara: RI Kalah dari Vietnam karena Biaya Siluman

11 Mei 2026 - 17:45 WIB

Populer INDAG