Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

POLITIK

Pemakzulan Prabowo Realistis tapi Syaratnya Belum Terpenuhi

badge-check


					Foto: Anton Permana/tangkapan layar Perbesar

Foto: Anton Permana/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Wacana pemakzulan Presiden Prabowo Subianto dinilai bukan sekadar mimpi kosong, namun belum memiliki kondisi yang memadai untuk terwujud. Akademisi dan analis pertahanan Anton Permana menegaskan bahwa dari delapan presiden Indonesia, empat di antaranya pernah dijatuhkan melalui mekanisme serupa, bukti bahwa fenomena ini bukan tanpa preseden.

Mengacu pada riset akademik tentang runtuhnya rezim Soeharto, Anton menyebut empat faktor yang harus hadir bersamaan: pecahnya internal kekuasaan, tekanan kepentingan asing, lahirnya oposisi solid, dan resesi ekonomi parah. “Keempat faktor itu belum terpenuhi secara simultan,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Yang mempersulit posisi pemerintah justru kekalahan dalam perang narasi. Program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih lebih banyak menghiasi pemberitaan dari sisi skandal dan kegagalannya ketimbang keberhasilannya.

Anton mengingatkan ancaman tersembunyi berupa “pendukung gelap” yang akan menikmati hasil perjuangan tanpa ikut berjuang. Ia menyarankan agar Prabowo diberi kesempatan hingga 2029, seraya menegaskan kritik tetap harus disuarakan keras, baik secara terbuka maupun langsung kepada presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak

11 Juni 2026 - 14:49 WIB

Kritik Keras Kebijakan Ekonomi Purbaya

11 Juni 2026 - 08:50 WIB

Mendukung Chatib Basri Jadi Menkeu, Menolak Purbaya Pimpin BI

10 Juni 2026 - 17:50 WIB

Populer POLITIK