Menu

Mode Gelap
Aldi’s Hotdog Buka Cabang Ketiga di BSD, Andalkan Odading Jadi Hotdog GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026 Menduga Ada ‘Barter’ Kasus Jampidsus dan Korupsi MBG Pernyataan Hotman Paris soal Izin Presiden Menampar Prabowo Nanik Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung Mencurigai Ada Kolusi di Temuan Uang Kasus Febrie

EKONOMI

Ekonomi Tumbuh di Atas Kertas Belaka

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen dinilai tidak tercermin dalam penerimaan negara. Tax ratio kuartal pertama 2026 anjlok ke kisaran 7–8 persen, terendah dalam sejarah, jauh dari posisi 10–11 persen yang pernah dicapai sebelumnya.

Analis ekonomi politik Kusfiardi menilai anomali ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi ditopang dominan oleh konsumsi sektor informal, bukan oleh aktivitas industri formal yang berkontribusi pada pajak.

“Banyak yang kena PHK, mereka pindah ke sektor nonformal, jadi Gojek, berjualan seadanya. Konsumsinya tetap terhitung di PDB, tapi pajaknya tidak bertambah,” jelasnya dalam wawancara bersama Abraham Samad, Sabtu (6/6/2026).

Kondisi ini diperparah oleh deindustrialisasi dini: banyak pabrik yang belum pulih sejak pandemi COVID-19, kapasitas mesin belum kembali ke level prapandemi, sementara PHK terus berlanjut.

Kusfiardi memperingatkan bahwa jika tren ini tidak diatasi secara struktural, gelombang PHK besar-besaran berikutnya hanya soal waktu.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

PT DSI Bongkar Selisih Harga Ekspor CPO hingga 50 Persen

21 Juli 2026 - 12:53 WIB

Pengusaha, Profesional Nahdiyin Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

21 Juli 2026 - 09:43 WIB

Koperasi Syariah Dinilai Lamban Beradaptasi dengan Kebutuhan Anak Muda

20 Juli 2026 - 15:42 WIB

Populer EKONOMI