INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan banyak keluhan dari pejabat dan warga di daerah terkait program-program pemerintah pusat yang manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
“Dana besar dari pusat tidak dinikmati oleh desa. Daerah tidak bisa apa-apa karena dananya terbatas,” kata Mahfud usai kunjungannya ke Kalimantan Barat, dalam podcast Terus Terang, Selasa (2/6/2026).
Mahfud menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai contoh. Anggaran yang semula Rp15.000 per kepala disebut mengalami pemotongan bertahap hingga tersisa Rp6.000 saat sampai ke tingkat bawah. Ia menyarankan agar dana MBG langsung disalurkan ke desa sehingga produk lokal seperti telur, ayam, dan sayuran warga bisa terserap.
Selain itu, Mahfud menyoroti nasib guru honorer yang terancam diputus kontraknya pada Desember 2026. Ia mengkritik respons pejabat yang saling lempar tanggung jawab antara Mendikdasmen dan Menteri PANRB.
“Untuk apa ada Menko kalau jawabannya saling lempar? Mestinya dibawa dulu ke Menko, lalu disampaikan ke presiden dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.






