INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom Ferry menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencerminkan kesalahan paradigma mendasar pemerintah dalam memandang fungsi belanja negara.
“Government itu naik untuk menciptakan lapangan kerja, bukan ngasih makan gratis,” tegasnya ke Helmy Yahya saat diwawancarai, Senin (8/6/2026).
Ferry menilai rakyat sesungguhnya menginginkan pekerjaan, bukan konsumsi yang disubsidi negara, dan pandangan ini berlaku lintas ideologi, dari sosialis hingga kapitalis sekalipun.
Ia juga menyebut MBG telah terbukti menjadi lahan korupsi, merujuk pada kasus yang menjerat eks Kepala BGN. Menurutnya, respons yang tepat bukan sekadar mengganti pimpinan, melainkan membubarkan atau mengevaluasi total program tersebut, lalu membatasi cakupannya hanya pada daerah 3T yang benar-benar membutuhkan, dengan anggaran yang jauh lebih efisien, sekitar Rp5–10 triliun, bukan Rp335 triliun.






