Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

ENERGI

Mobil Listrik Tetap Lebih Hijau Meski Listrik Masih Andalkan Batu Bara

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah kritik bahwa kendaraan listrik di Indonesia tidak benar-benar ramah lingkungan karena pasokan listriknya masih bergantung pada batu bara, INDEF menegaskan bahwa emisi kendaraan listrik tetap jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) jika dihitung secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

“Kalau kita berbicara BBM, dari sisi hulu sampai hilir mereka mengeluarkan emisi. Kalau EV, mungkin dari sisi hulunya saja yang mengeluarkan emisi, sedangkan dari sisi hilirnya sudah rendah emisi,” jelas Andry Satrio Nugroho, Kepala CITI INDEF, Selasa (2/6/2026).

Andry mengakui kritik soal ketergantungan pada batu bara tetap valid dan perlu ditangani serius. Ia menekankan pentingnya pendekatan well-to-wheel—memastikan rantai energi dari sumber pembangkit hingga roda kendaraan sama-sama bersih. Dekarbonisasi sektor energi dan pembenahan praktik pertambangan disebutnya sebagai pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan paralel dengan elektrifikasi transportasi.

INDEF, melalui unit riset Green Transition Initiative (GTI), kini aktif mengkaji kebijakan transisi hijau yang mencakup sektor energi, industri, transportasi, dan pemanfaatan mineral kritis seperti nikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden

11 Juni 2026 - 18:58 WIB

Bea Impor Nol Persen EV Resmi Berakhir, Pabrikan Wajib Produksi di Indonesia

3 Juni 2026 - 11:47 WIB

PLN Kalah dari Dirinya Sendiri

28 Mei 2026 - 15:33 WIB

Populer ENERGI