Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

KEUANGAN

Rupiah Kalah dari Vietnam Dong, Ini Sebabnya

badge-check


					Foto: Awalil Rizky-Yanuar Rizky-Vid Adrison/tangkapan layar Perbesar

Foto: Awalil Rizky-Yanuar Rizky-Vid Adrison/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom senior Yanuar Rizky menyebut pelemahan rupiah saat ini bukan lagi sekadar persoalan fundamental ekonomi, melainkan sudah memasuki tahap krisis kepercayaan. Hal itu ia sampaikan dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad SPK yang diunggah Selasa (2/6/2026).

“US Dollar indeks melemah, Vietnam dong menguat, Malaysia ringgit menguat, Singapura dolar menguat. Rupiah kita tetap melemah,” kata Yanuar.

Ia menilai kondisi ini berbeda dari tekanan nilai tukar pada umumnya yang dipicu faktor eksternal. Ketika dolar Amerika Serikat justru sedang melemah secara global namun rupiah tetap tertekan, Yanuar menegaskan bahwa akar masalahnya ada di dalam negeri: masyarakat domestik sudah tidak percaya pada rupiahnya sendiri.

Buktinya, menurut data neraca pembayaran Bank Indonesia, modal penduduk konsisten keluar sejak 2016. Yang lebih mengkhawatirkan, pada Triwulan I 2026, modal asing pun enggan masuk bersamaan dengan keluarnya modal penduduk yang semakin deras. Ini berbeda dari pola sebelumnya di mana modal asing masih mengimbangi keluarnya modal domestik.

Yanuar menyebut BI turut bersalah karena dinilai tidak independen dan gagal melangkah di depan kurva dengan menaikkan suku bunga untuk membangun kembali kepercayaan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Keuangan Syariah Indonesia Masih Jalan Sendiri

11 Juni 2026 - 06:47 WIB

Ekonom: Rupiah Bisa Tembus Rp25.000 per Dolar

10 Juni 2026 - 09:45 WIB

Utang Baru untuk Bayar Bunga Utang Lama

9 Juni 2026 - 12:05 WIB

Populer KEUANGAN