Menu

Mode Gelap
Aldi’s Hotdog Buka Cabang Ketiga di BSD, Andalkan Odading Jadi Hotdog GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026 Menduga Ada ‘Barter’ Kasus Jampidsus dan Korupsi MBG Pernyataan Hotman Paris soal Izin Presiden Menampar Prabowo Nanik Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung Mencurigai Ada Kolusi di Temuan Uang Kasus Febrie

EKONOMI

Rupiah Tembus Rp18.000: Kepercayaan Investor Sudah Krisis

badge-check


					Foto: Kusfiardi/tangkapan layar Perbesar

Foto: Kusfiardi/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar AS mencerminkan krisis kepercayaan investor terhadap kondisi fiskal Indonesia, bukan sekadar tekanan global. Demikian disampaikan analis ekonomi politik Kusfiardi dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad, Sabtu (6/6/2026).

“Uangnya pemerintah ini enggak jelas perginya. Belanjanya gede, kewajibannya gede, penerimaannya kok kecil,” ujar Kusfiardi.

Menurut Kusfiardi, pelemahan rupiah diperparah oleh dua kebijakan sejak 1998: sistem nilai tukar mengambang bebas (free float) dan rezim devisa bebas. Akibatnya, pemerintah maupun Bank Indonesia tidak punya instrumen langsung untuk menahan laju pelemahan mata uang.

Indikasi paling mengkhawatirkan, kata dia, adalah melemahnya rupiah bukan hanya terhadap dolar AS, melainkan terhadap seluruh mata uang asing. Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi produktif Indonesia tidak mampu memperkuat cadangan devisa.

Asumsi kurs dalam APBN 2026 dipatok Rp16.000 per dolar, sehingga selisih Rp1.500 dari posisi saat ini berpotensi mengguncang keseimbangan fiskal secara signifikan.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

PT DSI Bongkar Selisih Harga Ekspor CPO hingga 50 Persen

21 Juli 2026 - 12:53 WIB

Pengusaha, Profesional Nahdiyin Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

21 Juli 2026 - 09:43 WIB

Koperasi Syariah Dinilai Lamban Beradaptasi dengan Kebutuhan Anak Muda

20 Juli 2026 - 15:42 WIB

Populer EKONOMI