Menu

Mode Gelap
Prabowo: Koruptor Dana MBG Tidak Pantas Dihormati Danantara Sumber Daya Indonesia Kelola Ekspor Rp14 Miliar Dolar Prabowo Bongkar 1.074 BUMN, Target Tinggal 300 Akhir 2026 RI Capai Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target Gempa NTT: Dua Tewas, Peringatan Dini Tsunami Sempat Diberlakukan Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan

SOSIAL

Cara Mengenali Akun Buzzer di Medsos

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti membagikan sejumlah ciri untuk mengenali akun buzzer di media sosial, dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Jumat (24/7/2026).

Menurut Bivitri, ciri pertama yang perlu diperhatikan adalah profil akun. “Profil akunnya itu kecenderungannya enggak punya posting atau punya sedikit saja,” katanya. Ia menambahkan bahwa akun-akun tersebut umumnya baru dibuat dan identitasnya tidak jelas.

Ciri kedua, kata Bivitri, adalah pola komentar yang mengikuti template dan menyisipkan kata kunci tertentu sebagai syarat pencairan bayaran. Ia mencontohkan pernah menemukan unggahan serupa dalam jumlah besar yang memuat satu kata janggal dan berulang. “Ternyata itu adalah semacam kode untuk mengklaim uangnya nanti,” ujarnya.

Ia menyebut kecerdasan buatan kini membuat kalimat buzzer tampak lebih variatif meski kata kuncinya tetap sama, seperti tuduhan “antek asing” atau “merusak persatuan”.

Ciri ketiga adalah fokus argumen yang lebih sering menyerang pribadi ketimbang substansi. “Yang diserang bukan argumennya,” kata Bivitri. Ciri keempat, lanjutnya, adalah pola pengalihan isu setiap kali muncul kritik.

Bivitri menjelaskan, buzzer umumnya dibayar murah, berbeda dengan key opinion leader atau influencer. Ia menyebut tarif buzzer saat Pemilihan Presiden 2024 sempat mencapai belasan ribu rupiah per unggahan, namun kini menurun. Satu orang buzzer, katanya, biasanya mengendalikan puluhan akun sekaligus, baik secara manual lewat phone farm maupun otomatis menggunakan bot.

Ia menyarankan publik memeriksa pola serangan sebelum menanggapi. “Buzer itu akan banyak tapi narasi sama dan hanya pada waktu tertentu,” kata Bivitri, seraya menegaskan akun dengan ciri tersebut tidak perlu ditanggapi satu per satu.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Dompet Dhuafa Ubah Dana Umat Jadi RS dan Aset Wakaf Produktif

16 Juli 2026 - 12:54 WIB

Sejarawan: LGBT Ancaman Kemanusiaan

13 Juli 2026 - 10:39 WIB

Setelah Dilantik Pengurus Lantip Tangsel Bersiap Merayakan HUT Lantip ke 8

4 Juli 2026 - 03:38 WIB

Populer SOSDIKBUD