INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto mengklaim pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) berpotensi memangkas rantai distribusi bahan pokok yang selama ini melibatkan hingga lima pihak perantara sebelum sampai ke konsumen, dengan margin keuntungan perantara mencapai 30–40 persen.
“Ternyata setelah diriset oleh Menteri Pertanian, keuntungan yang diambil oleh pihak penengah ini adalah 30 sampai 40 persen,” kata Prabowo, menyebut angka potensi kebocoran mencapai Rp13 triliun. Dengan koperasi yang hanya mengambil margin 5–10 persen, ia menghitung hingga Rp250 triliun dapat beredar langsung ke petani dan konsumen, yang menurutnya bisa berlipat ganda dampaknya lewat efek perputaran uang (velocity of money), di Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Senin (20/7/2026).
Ia menyebut telah beroperasi lebih dari 1.000 koperasi desa dengan target 30.000 unit rampung akhir tahun ini, masing-masing dilengkapi gudang, ruang pendingin, truk distribusi, apotek, dan bengkel alat pertanian.
Namun Prabowo juga mengakui adanya penyimpangan dalam pelaksanaan program besar seperti ini. “Kita sedih ada oknum-oknum, ada pribadi-pribadi yang ingin cari kekayaan dari sesuatu pekerjaan… yang begitu mulia untuk rakyat,” katanya, menegaskan pemerintah tidak akan tebang pilih menindak penyelewengan.






