Koperasi Syariah Ditarget Jadi Pilar Ekonomi 2045, tanpa Peta Jalan Jelas
- account_circle Robi
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: ilustrasi (AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Koperasi syariah diproyeksikan menjadi salah satu dari empat pilar sistem perekonomian Indonesia, bersama BUMN, badan usaha swasta, dan lembaga sosial, menjelang Indonesia Emas 2045. Namun proyeksi ini belum disertai target dan tahapan kebijakan konkret dari pemerintah.
Guru Besar Universitas Islam Tazkia, Prof. Achmad Firdaus menyebut gagasan “rumah maslahah” yang ia tulis pada 2022 sebagai kerangka besar posisi koperasi dalam perekonomian nasional ke depan.
“Kita berharap bahwa pertumbuhan koperasi syariah tidak hanya dari aspek jumlah koperasi syariahnya, jumlah anggotanya, tapi juga bisa kemudian menilai dirinya, sejauh mana tingkat kesejahteraan daripada keluarga anggota,” ujarnya saat diwawacarai di kanal YouTube INDEF, diunggah Jumat (17/7/2026).
Ia menambahkan kebijakan paling mendesak saat ini adalah penguatan tata kelola, manajemen risiko pembiayaan macet, pengembangan sumber daya manusia, serta integrasi koperasi dengan industri halal, sementara peran negara disebutnya penting namun bukan penentu utama, karena koperasi merupakan gerakan rakyat yang mesti tumbuh dari inisiatif sendiri.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar