Menu

Mode Gelap
Aldi’s Hotdog Buka Cabang Ketiga di BSD, Andalkan Odading Jadi Hotdog GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026 Menduga Ada ‘Barter’ Kasus Jampidsus dan Korupsi MBG Pernyataan Hotman Paris soal Izin Presiden Menampar Prabowo Nanik Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung Mencurigai Ada Kolusi di Temuan Uang Kasus Febrie

NASIONAL

PLN Dinilai Bayar Mahal Listrik tak Terpakai

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta- Sistem kontrak pembelian listrik PLN dengan perusahaan pembangkit swasta dinilai menjadi salah satu penyebab membengkaknya beban keuangan perusahaan listrik negara tersebut.

Direktur Program Trend Asia Ahmad Ashov Birry menjelaskan PLN tetap wajib membeli listrik dari Independent Power Producer (IPP) meskipun listrik tersebut tidak digunakan masyarakat.

“Indonesia sudah mengalami kelebihan pasokan listrik. Tetapi listrik yang tidak dipakai tetap harus dibayar PLN sesuai kontrak,” katanya dalam podcast YLBHI yang tayang Senin (6/7/2026).

Menurut dia, kondisi itu menguras kas PLN sehingga berpotensi mengganggu kemampuan perusahaan mengamankan pasokan batu bara.

Birry menilai persoalan tersebut berasal dari kebijakan pembangunan PLTU secara berlebihan selama bertahun-tahun.

Di sisi lain, masyarakat tetap harus membayar listrik melalui tarif sekaligus menanggung subsidi dan kompensasi PLN melalui APBN.

“Kita membayar dua kali. Sebagai pelanggan dan sebagai pembayar pajak.”

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026

22 Juli 2026 - 19:13 WIB

Mencurigai Ada Kolusi di Temuan Uang Kasus Febrie

22 Juli 2026 - 08:50 WIB

Gaji Hakim Naik hingga 280 Persen, Lampaui Singapura

21 Juli 2026 - 20:58 WIB

Populer NASIONAL