Menu

Mode Gelap
Prabowo: Koruptor Dana MBG Tidak Pantas Dihormati Danantara Sumber Daya Indonesia Kelola Ekspor Rp14 Miliar Dolar Prabowo Bongkar 1.074 BUMN, Target Tinggal 300 Akhir 2026 RI Capai Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target Gempa NTT: Dua Tewas, Peringatan Dini Tsunami Sempat Diberlakukan Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan

KEUANGAN

Rupiah Diramal Tembus 20.000

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta- Ekonom senior Ferry Latuhihin memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan kesulitan menahan nilai tukar dolar Amerika Serikat di bawah level Rp18.000, di tengah tekanan internal dan eksternal yang menurutnya sangat besar terhadap rupiah saat ini.

Dalam podcast yang diunggah Jumat (24/7/2026), Ferry menyoroti volatilitas kurs yang menurutnya mencerminkan intervensi intensif BI di pasar. “Naik 50, 60 bahkan 100 poin, turun lagi 50, 60, 100 poin. Tidak mungkin market bekerja seperti itu,” katanya.

Ferry menyebut dua faktor eksternal utama yang menekan rupiah: lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus 100 dolar AS per barel untuk jenis Brent, serta yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang naik ke atas 4,7 persen. “Ini kenaikan yang hitungan harinya sangat luar biasa, dari level 70 menjadi 100 lagi sekarang,” ujarnya soal harga minyak.

Ia menambahkan, tingginya harga minyak berisiko mendorong inflasi di Amerika Serikat dan membuat bank sentral AS semakin agresif menaikkan suku bunga acuannya. “Saya tidak yakin BI akan berhasil menjaga dolar di bawah 18.000,” kata Ferry.

Ia menyimpulkan langkah BI mempertahankan level psikologis tersebut hanya bersifat sementara. “Ini sih hara-kiri, cuma menunda kematian rupiah ke tahun depan, bukan tahun ini atau hari ini,” ujarnya, menyebut kebijakan BI saat ini sudah “kalap”.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

​Kredit Macet BDL Lamongan Tembus Rp386 Miliar, CBA Desak KPK Periksa Dirut Nur Rahmawati

14 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Sebut Laba BRI Turun Tapi Bonus Manajemen Melonjak, CBA Desak Kejagung Periksa Dirut Hery Gunardi

2 Agustus 2026 - 13:17 WIB

LPEM FEB UI Peringatkan Risiko Geopolitik dan Kerentanan Domestik Terhadap Stabilitas Rupiah

31 Juli 2026 - 15:29 WIB

Populer EKONOMI