Dosen S2-S3 Ramai-Ramai Jadi Ojol dan Kuli Bangunan
- account_circle Robi
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: ilustrasi (AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (Adaksi) Anggun Gunawan mengungkap kondisi memprihatinkan penghasilan dosen berstatus CPNS di Indonesia yang menurutnya berbanding terbalik dengan kualifikasi pendidikan mereka.
“CPNS dosen itu cuma digaji Rp2,3 juta dengan kualifikasi pendidikan S2,” kata Anggun, yang juga alumnus Oxford Politeknik, Inggris, di kanal YouTube Mardani Ali Sera, tayang Jumat (21/8/2026).
Ia menyebut banyak anggotanya di Adaksi, organisasi yang baru berdiri Januari 2025, terpaksa mencari penghasilan tambahan di luar kampus akibat gaji yang tidak mencukupi kebutuhan hidup.
“Banyak teman-teman saya di Adaksi itu kemudian jadi ojol, sampai sekarang masih punya beberapa aplikasi ojol. Kemudian beberapa juga jadi kuli bangunan,” ungkapnya.
Anggun membandingkan dengan skema gaji dosen pemula di Malaysia yang menurutnya sudah mencapai sekitar Rp27 juta per bulan, jauh berbeda dengan gaji awal dosen PNS di Indonesia.
Ia juga menyoroti dampak minimnya kesejahteraan terhadap integritas akademik. “Kita di kampus dianggap sebagai penjaga integritas, tapi kemudian karena pendapatan yang kecil, perlahan demi perlahan kita terjebak dalam perilaku-perilaku koruptif, misalnya memanipulasi dana riset yang sedikit itu untuk menambah penghasilan,” ujarnya.
Menurut simulasi yang disusun Adaksi berdasarkan 50 persen standar gaji negara-negara OECD, kebutuhan anggaran untuk membayar seluruh 328 ribu dosen di Indonesia dengan standar layak hanya sekitar Rp114 triliun, atau Rp40 triliun jika difokuskan pada 105 ribu dosen ASN saja—jumlah yang menurutnya jauh lebih kecil dibanding anggaran 10 kampus Unggulan Riset Indonesia (URI) yang disebutnya mencapai Rp113 triliun.
“Sebenarnya negara kita mampu kalau memang politik anggarannya berpihak kepada pendidikan,” tegasnya.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar