Hutan Wakaf Kini Tersebar di Enam Provinsi di Indonesia
- account_circle Robi
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: ilustrasi (AI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Program hutan wakaf sebagai salah satu bentuk implementasi green wakaf disebut telah berkembang pesat dan menyebar ke sejumlah provinsi di Indonesia setelah mendapat dukungan dari Kementerian Agama sejak 2020.
Pakar ekonomi syariah dan wakaf IPB University, Khalifah Muhammad Ali, mengungkapkan hal tersebut dalam program Syariah Insight di kanal YouTube INDEF yang diunggah Jumat (7/8/2026).
Khalifah menceritakan, sepanjang 2025 ia ditunjuk Kementerian Agama untuk melakukan road show ke enam provinsi guna menyosialisasikan gagasan hutan wakaf, yakni Aceh Tengah (Takengon), Siak di Riau, Padang di Sumatera Barat, Gunung Kidul di Yogyakarta, Kota Tasikmalaya, hingga Wajo di Sulawesi Selatan.
“Misinya adalah menyebarkan gagasan tentang hutan wakaf, karena Kementerian Agama sejak 2020 sudah bekerja sama dengan kami untuk pengembangan hutan wakaf,” ujar Khalifah.
Ia menjelaskan, program hutan wakaf sejalan dengan salah satu dari delapan program prioritas atau “Asta Protas” Kementerian Agama, yaitu ekoteologi, yang menekankan pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan. Menurut Khalifah, sinergi antara inisiatif akar rumput dan program strategis pemerintah itu membuat jumlah hutan wakaf di berbagai daerah meningkat lebih dari tiga kali lipat pascaroad show.
“Alhamdulillah setelah road show, peningkatan hutan wakaf secara nasional cukup bagus, lebih dari tiga kali lipat,” katanya.
Khalifah menyebut inisiatif hutan wakaf modern di Indonesia sebenarnya baru dimulai kembali sejak sekitar 2013 di Aceh, disusul pengembangan di Bogor pada 2018 dan kemudian menyebar ke Mojokerto serta daerah lain. Ia menambahkan, gagasan hutan wakaf juga telah menarik perhatian dunia internasional, dengan lebih dari 20 negara — termasuk Uzbekistan, Mesir, Afghanistan, Turki, Malaysia, China, Jepang, hingga Amerika Serikat, telah mengkaji model tersebut.
“Sepertinya untuk topik ini Indonesia sudah menjadi leadernya,” ujar Khalifah.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar