Olahan Limbah Plastik, Rumah Dilan Leuwinanggung Berdayakan Ekonomi Keluarga
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Depok – Pokja 3 TP-PKK kota Depok bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), telah sukses menggelar kegiatan “Pelatihan Pembuatan Produk kreatif dan bernilai Ekonomis dari Limbah Plastik”.
Adapun kegiatan ini terselenggara pada Rabu (19/08/2026), terdiri dari 2 sesi, sesi 1 berlangsung dari jam 08.00 s/d 12.00 WIB, dan sesi 2 dari jam 13.00 s/d 15.00 WIB.
Jumlah peserta sekitar 50 orang, yang terdiri dari terdiri dari Kader PKK tingkat kota, kader tingkat kecamatan, kader tingkat kelurahan dan para anggota PKH (Penerima keluarga harapan).

Pelatihan limbah kantong plastik diadakan di Aula kantor Kelurahan Leuwinanggung, Jalan Kramat no 125 kec Tapos, Depok (foto; INAnews)
Kegiatan sesi 1 diawali dengan sambutan dari Siti Barkah Hasanah, M.Ag atau akrab disapa Cing Ikah, selaku ketua Tim Penggerak PKK kota Depok.
Dalam sambutannya Cing Ikah menekankan pentingnya pemberdayaan kaum perempuan di kel Leuwinanggung, kota Depok dalam membantu mendorong dan menggerakan perekonomian keluarga tercinta.
Cing Ikah juga menyinggung tentang program Rumah Dilan, dimana Program Rumah Dilan (Rumah Pendidikan dan Keterampilan) di Kota Depok merupakan bagian dari gerakan pemberdayaan keluarga lewat program Gelari Pelangi dari TP-PKK.
Adapun untuk fokus dan Bentuk Pelatihan pengelolaan Limbah Plastik, diantaranya adalah :
- Pemanfaatan Sampah Anorganik; Mengubah bungkus sachet, botol bekas, atau kantong plastik / kresek menjadi barang kerajinan yang berguna.
- Produk Kreatif Bernilai Cuan; Pelatihan mencakup pembuatan tas, dompet, hiasan, hingga produk fashion dan daur ulang estetis. Adapun untuk giat di kel Leuwinanggung ini, produk yang dipraktekkan cara pembuatannya adalah tempat tissue.
- Kolaborasi Komunitas; Pelatihan di Depok sering kali menggandeng instansi seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta pegiat daur ulang lokal.

DP3AP2KB menggandeng komunitas PlasART untuk memberikan pelatihan dan pembinaan pengolahan limbah plastik atau kresek (foto; INAnews)
Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Citra Indah Yulianty, mengatakan, kerja sama ini dilakukan guna memberikan pemahaman kepada anggota yang tergabung dalam organisasi wanita secara langsung dari ahlinya.
“Kami menggandeng komunitas PlasART karena mereka memiliki Kampung Kresek PlasART di Komplek Rivaria RW 11, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, yang merupakan kampung tematik pertama di Depok dalam memproduksi berbagai barang kerajinan tangan dari limbah kantong plastik,” ujarnya di sela kegiatan yang berlangsung di Aula kel Leuwinanggung tersebut.
Sementara itu, Ketua PlasART, Ayi Yuliaty menyambut baik kerja sama tersebut dan siap mendampingi anggota organisasi wanita di Kota Depok agar semakin berdaya.
“Kami memiliki tim yang akan membimbing ibu-ibu agar bisa mengeluarkan karya dan ide-ide menarik. Mudah-mudahan melalui kerja sama ini tercipta barang bernilai yang nantinya juga bisa membantu perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu di kesempatan yang sama, Lurah Leuwinanggung Titin Sumarsih SE mengatakan bahwa program pelatihan pembuatan produk Kreatif ini, tujuan utamanya adalah sebagai pemberdayaan ekonomi keluarga.
Yang mana kondisi kesejahteraan masyarakat Leuwinanggung yang dominan berada pada Desil 1 – 5, dimana banyak diantara mereka yang menggantungkan hidupnya pada bantuan sosial (bansos) baik dari Pemerintah Pusat maupun daerah.
Khusus untuk Rumah Dilan di kel Leuwinanggung, memiliki slogan “MANTAP”, yang merupakan singkatan dari Mandiri, Aktif, Nyata, Tertib, Amanah dan Peduli.
Untuk diketahui, setiap kelurahan di kota Depok memiliki slogan Rumah Dilan yang berbeda-beda.
Memakai konsep kaderisasi, nantinya peserta pelatihan akan mengajak yang lain dan mengajarkan ilmunya.
Di ujung perbincangan dengan awak media, Titin Sumarsih berharap agar masyarakat Leuwinanggung menjadi lebih peduli dengan kesadaran menjaga lingkungan hidup.
“Diharapkan dengan pelatihan ini, kaum wanitanya menjadi lebih kreatif dalam pengelolaan sampah plastik atau kresek. Sehingga menjadi nilai ekonomis yang bisa memberdayakan kesejahteraan keluarga”, pungkasnya.
Reporter ; Irfan
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar