News Feed
light_mode
Trending Tags

RUU Perampasan Aset Ditarget Rampung Desember 2026

  • account_circle Robi
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menyatakan pemerintah telah siap membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset begitu draf tersebut diserahkan oleh DPR. Pernyataan itu disampaikan menjelang rencana unjuk rasa di depan Gedung DPR yang salah satu tuntutannya mendesak percepatan pembahasan RUU tersebut.

Menurut Yusril, RUU Perampasan Aset saat ini berstatus sebagai inisiatif DPR dan masih dalam proses penggodokan internal parlemen. “Kalau ditanya apakah pemerintah sudah siap? Ya sudah siap,” ujarnya, di kanal YouTube-nya, yang diunggah Rabu (26/8/2026).

Ia menambahkan bahwa arahan dari Presiden kepada para menteri terkait telah diberikan agar pembahasan RUU ini segera dituntaskan. “Dari kemarin-kemarin pun pemerintah sudah siap dan sudah ada arahan presiden kepada para menteri terkait dengan pembahasan RUU ini untuk segera menyelesaikan RUU perampasan aset ini,” kata Yusril.

Yusril menjelaskan, setelah DPR merampungkan pembahasan internal dan menyampaikan usul inisiatif kepada pemerintah, pemerintah akan segera menugaskan menteri untuk membahasnya bersama parlemen. Baik DPR maupun pemerintah, kata dia, memiliki target waktu yang sama.

“Baik DPR maupun pemerintah itu sama-sama punya target akan menyelesaikan pembahasan ini selambat-lambatnya pada akhir Desember tahun 2026 ini,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat memiliki keprihatinan yang sejalan soal pentingnya penyelesaian RUU ini. Presiden, lanjut Yusril, juga telah berulang kali menyatakan dukungannya. “Dia pun setuju untuk segera menyelesaikan rancangan undang-undang pembahasan perampasan aset ini yang sekarang RUU-nya sedang dibahas oleh DPR dan belum diserahkan kepada pemerintah,” ujarnya.

Yusril memastikan begitu draf RUU dikirimkan ke pemerintah, pembahasan akan langsung berjalan. “Kalau sudah dikirimkan pada pemerintah, pemerintah akan siap membahas RUU ini dan diperkirakan akan selesai pada akhir bulan Desember tahun ini,” pungkasnya.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Nissan Memperkenalkan Nissan Livina dengan Sporty Package

    Nissan Memperkenalkan Nissan Livina dengan Sporty Package

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta-Nissan Indonesia secara resmi mengumumkan peluncuran edisi terbatas dari Nissan Livina dengan Sporty Package Senen, 15/06/20. Pada peluncuran kali ini Nissan hanya menyediakan 100 unit tersedia dalam warna hitam, kendaraan ini ditawarkan di harga Rp 265.400.000 (on the road DKI Jakarta).  Pelanggan dapat melakukan pesanan mulai dari hari ini, 15/06/20 di dealer Nissan di […]

  • INKA Lakukan Uji Prototipei Tram Baterai

    INKA Lakukan Uji Prototipei Tram Baterai

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INanews.co.id,Madiun – PT. INKA (Persero) mulai melakukan pengujian prototipe Tram Baterai di jalur kereta api utama milik PT. KAI dengan perjalanan pulang pergi (PP) dari Stasiun Madiun ke Stasiun Babadan. Pengujian ini dilakukan selama 2 hari berturut-turut yaitu Senin dan Selasa, 9-10 November 2020. Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji performansi Tram Baterai sebelum dilakukan produksi massal.  […]

  • Pemerintah kaji lebih dalam pembebasan Abu Bakar Ba’asyir

    Pemerintah kaji lebih dalam pembebasan Abu Bakar Ba’asyir

    • calendar_month Selasa, 22 Jan 2019
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menegaskan bahwa pemerintah masih mengkaji lebih dalam terkait permintaan pembebasan narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir.

  • Indonesia sebagai negara muslim terbesar didunia, memendam potensi fintech syariah yang besar. (Al Sattar)

    Filter Syariah Keunggulan Kompetitif atau Penghambat Fleksibilitas?

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Aturan konservatif dalam pasar modal syariah—seperti rasio utang maksimal 45 persen dan pendapatan non-halal di bawah 10 persen, justru menjadi keunggulan kompetitif, bukan pembatas. Menurut Nurhastuty, filter ini menyaring perusahaan-perusahaan berkinerja baik. “Terbukti dari riset global, indeks saham syariah di Indonesia dan global lebih unggul secara kinerja,” tegasnya dalam wawancara di kanal INDEF, […]

  • Gebyar Bazzar Ramadhan Pasar Kota Pondok Gede, Geliatkan UMKM Naik Kelas

    Gebyar Bazzar Ramadhan Pasar Kota Pondok Gede, Geliatkan UMKM Naik Kelas

    • calendar_month Minggu, 16 Apr 2023
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta –  Komunitas UMKM Naik Kelas bekerjasama dengan manajemen M2M menggelar ‘Gebyar Bazzar Ramadhan 1444 Hijriyah’ di Pasar Kota Pondok Gede, Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat. Bazzar ini diikuti sekitar 30-an pelaku usaha industri kecil menengah berbagai jenis. Dalam kesempatan itu, Panitia penyelenggara Bazzar  Ramadhan yaitu M2M yang di gawangi oleh Joko […]

  • Innova Reborn Lovers (IRL) Sukses Menggelar Touring Nasional Ke Kawasan Wisata Bromo

    Innova Reborn Lovers (IRL) Sukses Menggelar Touring Nasional Ke Kawasan Wisata Bromo

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id,  Malang – Innova Reborn Lovers (IRL) dengan bangga mengumumkan kesuksesan acara Touring Nasional Ke Kawasan Wisata Bromo yang berlangsung dari 29-30 Juni 2024. Acara tahunan ini menampilkan touring epik dari berbagai basecamp chapter di berbagai daerah menuju Surabaya melintasi Jalan Tol Trans Jawa hingga tujuan akhir Grand Whiz Hotel  Bromo di kawasan wisata Bromo, […]

expand_less