Ekonom Tawarkan Redistribusi Aset Ganti Ketergantungan Utang
- account_circle Robi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok, voi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom Ichsanuddin Noorsy menawarkan konsep yang ia sebut telah dirumuskannya sejak 2019: redistribusi dan restrukturisasi aset, sebagai alternatif dari ketergantungan Indonesia pada utang luar negeri.
Menurutnya, negara semestinya memanfaatkan aset yang dimiliki, termasuk cadangan emas, sebagai jaminan pembiayaan pembangunan, alih-alih terus menambah utang. “Lu enggak ngutang, lu dapat duit, lu produksi jalan, enjoy, enggak ada itu, security aset namanya. Kalau dalam bahasa ekonomi namanya sekuritisasi aset,” jelasnya, dalam wawancara dengan Hendri Satrio di kanal YouTube pribadinya, yang diunggah Senin (21/9/2026).
Ia menegaskan konsep aset dalam pandangannya tidak terbatas pada sumber daya alam seperti tambang dan perkebunan, tetapi mencakup pula wilayah strategis seperti Selat Malaka dan Laut China Selatan, hingga sumber daya buatan seperti frekuensi.
Noorsy juga mendorong perlunya menghentikan kebiasaan berutang secara bertahap, dengan syarat pemerintah berani melakukan restrukturisasi menyeluruh atas pengelolaan aset negara, termasuk sektor tambang, mineral ikutan, dan hasil pengolahan seperti smelter nikel. “Ada nilai tambah yang mestinya jadi milik Indonesia, tapi hitungannya justru banyak dinikmati negara lain,” ujarnya.
Ia mengklaim gagasan tersebut kurang mendapat sambutan dari kalangan ekonom di lingkaran pemerintahan. “Mereka jijik ngelihat gua,” katanya sambil tertawa, “Gua enggak apa-apa.”
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar