News Feed
light_mode
Trending Tags

Mengingatkan Pemerintah Tidak Lengah Gejolak Keuangan Global: Potensi Picu Crash

  • account_circle Robi
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom sekaligus analis pasar modal Yanuar Rizky mengingatkan pemerintah agar tidak lengah terhadap gejolak keuangan global yang berpotensi memicu crash dalam enam bulan ke depan, di tengah target-target optimistis yang tertuang dalam Rancangan APBN 2027. Peringatan itu disampaikannya dalam unggahan di kanal YouTube pribadinya, Selasa (1/9/2026).

Menurut Yanuar, kegelisahan pasar global belakangan ini bermula dari proses “rollover” utang jatuh tempo pemerintah Amerika Serikat senilai sekitar 1.000 miliar dolar AS pekan lalu, yang berjalan tidak semulus biasanya. Kondisi itu membuat imbal hasil (yield) surat utang AS atau US Treasury sempat menyentuh level 4,74 persen.

“Banyak orang, Warren Buffett dan sebagainya, juga berkomentar kalau sampai [yield naik] ke lima, crash [pasar modalnya],” ujar Yanuar, menirukan kekhawatiran sejumlah pelaku pasar.

Ia menilai kenaikan yield tersebut berkaitan erat dengan keputusan Jepang yang mulai melepas kepemilikan US Treasury-nya, sehingga memaksa Menteri Keuangan AS mendorong pelemahan yen demi meringankan beban pembiayaan utang. Langkah tersebut, kata Yanuar, menjadi sinyal berakhirnya era carry trade dari yen ke dolar AS yang selama ini menopang likuiditas pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

China Disebut Tak Seideal yang Dibayangkan

Yanuar juga menyoroti pelebaran selisih antara nilai tukar yuan di dalam negeri (CNY) dan di luar negeri (CNH) dalam dua pekan terakhir, yang memunculkan spekulasi pasar bahwa China tengah menantang dominasi dolar AS. Namun, ia menilai langkah bank sentral China yang justru terus memborong emas menunjukkan sikap kebijakan yang defensif, bukan ekspansif.

“Kalau bank sentral sudah mengakumulasi beli emas, dia mengantisipasi crash terhadap negaranya,” katanya. Ia membandingkannya dengan langkah bank sentral Turki yang melepas cadangan emas ketika benar-benar butuh dana tunai akibat lonjakan harga energi.

“China tidak seideal yang orang bayangkan,” tegas Yanuar, seraya menambahkan bahwa harapan sejumlah pihak agar China menjadi bantalan bila Amerika Serikat dan Jepang goyah tidak sepenuhnya realistis.

Kritik ke RAPBN 2027

Dari situasi global itulah Yanuar menyoroti rencana pemerintah menyusun RAPBN 2027 dengan asumsi pertumbuhan yang optimistis. Ia mengaku enggan memperpanjang polemik antara Menteri Keuangan Purbaya dan lembaga pemeringkat Moody’s, namun menegaskan penilaian lembaga rating tersebut soal lemahnya struktur fundamental ekonomi dan penerimaan negara tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Moodis dan Fitch juga emang ada acuannya, bahwa struktur fundamental ekonomi kita lemah, penerimaannya lemah,” ujarnya. “Kalaupun Anda mengasumsikan ekspansi, gimana mau ekspansi kalau lawan Anda tidak ekspansi?”

Ia mengingatkan bahwa Indonesia bukan negara sebesar Amerika Serikat, Jepang, atau China dalam peta pasar modal global, melainkan negara yang selama ini banyak diuntungkan oleh limpahan likuiditas dari carry trade dan perdagangan dengan China. Bila dua sumber tersebut mengering, menurutnya, pemerintah perlu punya jawaban atas seberapa kuat sebenarnya fondasi ekonomi domestik.

“Kalau kita minum sendiri terus, sekuat itukah ekonomi domestik kita?” ujarnya, menyinggung pidato kenegaraan presiden yang menurutnya kurang memperhitungkan tekanan global yang tengah berlangsung.

Crash Butuh Titik Terendah

Meski demikian, Yanuar tak sepenuhnya pesimistis. Ia menyebut sejarah krisis keuangan dunia, mulai dari gagal bayar utang AS pada 1864, era 1930-an, hingga 1980-an, selalu membutuhkan titik terendah sebelum pemulihan terjadi. Ia menduga crash kali ini kemungkinan besar akan terjadi lebih dulu di pasar surat utang salah satu negara berkembang.

“Kita berdoa saja, berharap tidak terjadi di Indonesia,” katanya. Jika titik terendah krisis tercapai di negara lain, ia menilai ekonomi dunia, termasuk Indonesia, berpeluang pulih dengan sendirinya mengikuti siklus global. Namun bila crash justru terjadi di dalam negeri, ia mengingatkan bahwa pemulihan tetap mungkin terjadi, tetapi harus melalui masa sulit terlebih dahulu.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Tim Reformasi Polri Siap Buktikan Komitmen atas Skeptisisme Publik

    Tim Reformasi Polri Siap Buktikan Komitmen atas Skeptisisme Publik

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Tim Reformasi Percepatan (TRP) Bidang Polri, Prof. Mahfud MD, menyadari adanya skeptisisme publik terhadap kinerja tim yang dinilai didominasi oleh mantan dan aktif petinggi Polri sendiri. Namun, ia memastikan komitmennya dan tim untuk bekerja serius. “Memang saya menangkap ada skeptisisme di tengah publik. Gimana tuh tim Pak Mahfud kemudian di situ banyak […]

  • Sambangi Gudang Dolog Baubau, Bupati Adios Pastikan Stok Aman Selama Ramadahan

    Sambangi Gudang Dolog Baubau, Bupati Adios Pastikan Stok Aman Selama Ramadahan

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Alan Mustajab
    • 0Komentar

    INAnews.co id, Baubau – Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos melakukan kunjungan ke Gudang Dolog Baubau, kunjungan ini dilakukan untuk memantau stok bahan pokok penting menjelang Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1446 H, Selasa (14/3/2025). Dalam keterangannya, Bupati Adios mengatakan bahwa kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam waktu dekat […]

  • Pemerintah Terus Koordinasi Program Vaksinasi kepada Pekerja Migran

    Pemerintah Terus Koordinasi Program Vaksinasi kepada Pekerja Migran

    • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus berupaya memastikan bahwa proses penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dapat dimonitor secara baik dalam penerapan protokol kesehatannya. Termasuk di antaranya memberikan PCR test dan program vaksinasi COVID-19 bagi Calon Pekerja Migran (CPMI) yang akan berangkat ke negara-negara penempatan. “Saya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar secepatnya program vaksin […]

  • Peringati HUT Kemerdekaan RI ke 76, Korem 162/WB Gelar AKRS

    Peringati HUT Kemerdekaan RI ke 76, Korem 162/WB Gelar AKRS

    • calendar_month Selasa, 17 Agt 2021
    • account_circle Idrus Jalmonadi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Mataram – Dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 76 tahun 2021, jajaran TNI Polri di NTB menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di Taman Makam Pahlawan Majeluk jalan Transmigrasi Kelurahan Pejanggik Kecamatan mataram, Senin (16/8/2021) tengah malam. AKRS yang dipimpin Komandan Korem 162/WB Brigadir Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dihadiri […]

  • Seribu Peserta Didik SD-SMP di Papua Terima PIP

    Seribu Peserta Didik SD-SMP di Papua Terima PIP

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Papua– Seribu peserta didik SD-SMP terima Program Indonesia Pintar (PIP) di hari Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2024. Penyerahan PIP kepada seribu perwakilan penerima PIP Provinsi Papua turut disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia, Jokowi. Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang hadir secara langsung mengatakan bahwa upaya ini menjadi […]

  • 11 Orang Sembuh, Sekda NTB: Masyarakat Tidak Perlu Takut Tertular Covid-19

    11 Orang Sembuh, Sekda NTB: Masyarakat Tidak Perlu Takut Tertular Covid-19

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2020
    • account_circle Idrus Jalmonadi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Mataram – Dengan adanya tambahan 6 (enam) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 dan 4 (empat) orang sembuh maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (16/4/2020) sebanyak 47 orang, dengan perincian 11 orang sudah sembuh, 2 (dua) meninggal dunia, 34 orang masih positif dan dalam keadaan baik. Sekertaris Daerah NTB HL […]

expand_less