NEWS UPDATE
dark_mode
Top Tags

Mahfud MD: Pergantian Kapolri Tanda Prabowo Kian Mandiri

  • account_circle Robi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Eks Menko Polhukam Mahfud MD menilai pergantian Kapolri dan perombakan sejumlah posisi di pemerintahan menandai upaya Presiden Prabowo Subianto menegaskan diri sebagai pemimpin yang mandiri. Mahfud juga berharap Kapolri baru, Jenderal Suyudi Ario Seto, menjalankan rekomendasi reformasi Polri dan menjauhkan institusi itu dari praktik politik.

Dalam wawancara di kanal YouTube-nya, diunggah baru-baru ini, Mahfud mengatakan analisis yang menyebut hubungan Prabowo dan Joko Widodo mulai merenggang cukup kuat. “Langkah reshuffle, mengganti Kapolri dan Pak Pratikno dari kabinet, ini dianggap bagian penting dari upaya Prabowo menegaskan sikapnya sebagai pemimpin yang mandiri, tidak lagi tersandera oleh kekuatan di luarnya,” ujarnya.

Menurut Mahfud, pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dilakukan mendadak dan dirahasiakan hingga pagi hari. Ia menyebut rencana penggantian Kapolri sebelumnya sudah beberapa kali muncul, tetapi selalu batal. “Jadi yang terakhir ini Pak Prabowo mengambil taktik, tidak usah diberitahu dulu,” katanya. Ia menilai Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad “bermain cantik” dalam proses itu, sehingga fit and proper test di DPR disetujui pada hari yang sama.

Listyo kini dipindah ke Kantor Staf Presiden (KSP). Mahfud menilai posisi itu tidak strategis. “Menurut saya cerdik Prabowo, dikurung. Kalau dilepas di luar, bisa berbahaya, bisa mengganggu,” katanya.

Soal Kapolri baru, Mahfud meminta Suyudi membuka kembali dokumen setebal sekitar 3.000 halaman hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri, yang ia sebut instrumennya sudah lengkap. “Masalahnya di kultur, bukan instrumen,” ujarnya. Ia mengingatkan Polri agar membantu presiden tanpa menjalankan fungsi partai. “Tolong Polri bantu jaga keamanan dia, tapi jangan menjadi Parcok, di mana ikut main di dalam politik,” katanya. Mahfud juga mengaku mendengar langsung dari perwira aktif maupun purnawirawan bahwa mereka malu Polri disamakan dengan Parcok.

Ia menyambut baik mutasi 88 perwira tinggi sehari setelah pelantikan Suyudi. Mahfud mengusulkan perwira kritis yang pernah tersingkir dirangkul kembali. “Tidak harus balik membuang, tapi diaduk lagi menjadi satu kesatuan Polri,” katanya.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less