INAnews.co.id, Banjarmasin– Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota pada Senin (12/1/2026) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Program ini menargetkan 500.000 siswa dari keluarga kurang mampu pada akhir masa jabatannya tahun 2029.
Saat ini, Sekolah Rakyat menampung 15.954 siswa dengan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Target tahun ajaran ini adalah 45.000 siswa dan 60.000 siswa pada 2027, dengan kapasitas 1.000 murid per sekolah.
“Saya bertekad untuk memutus rantai kemiskinan. Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Kalau bapaknya tukang becak, anaknya tidak perlu harus jadi tukang becak,” tegas Prabowo dalam pidatonya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan 60 persen orang tua siswa bekerja sebagai buruh harian lepas, kuli bangunan, tukang ojek, hingga pemulung dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Sebanyak 454 siswa belum pernah mengenyam pendidikan, dan 298 siswa mengalami putus sekolah.
Program ini menyediakan pendidikan gratis lengkap dengan asrama, makan bergizi tiga kali sehari, laptop untuk pembelajaran, dan pembinaan karakter oleh TNI-Polri.






