Menu

Mode Gelap
Utang Baru untuk Bayar Bunga Utang Lama Ekonomi Tumbuh di Atas Kertas Belaka Rupiah Tembus Rp18.000: Kepercayaan Investor Sudah Krisis Kata Anggota Dewan soal PHK Capai 23 Ribu Pekerja Rakyat Mudah Tertipu Citra, Bukan Isi Kepala Enam Ciri Manusia Indonesia ala Mochtar Lubis Masih Relevan

EKONOMI

Ekonomi Tumbuh di Atas Kertas Belaka

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen dinilai tidak tercermin dalam penerimaan negara. Tax ratio kuartal pertama 2026 anjlok ke kisaran 7–8 persen, terendah dalam sejarah, jauh dari posisi 10–11 persen yang pernah dicapai sebelumnya.

Analis ekonomi politik Kusfiardi menilai anomali ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi ditopang dominan oleh konsumsi sektor informal, bukan oleh aktivitas industri formal yang berkontribusi pada pajak.

“Banyak yang kena PHK, mereka pindah ke sektor nonformal, jadi Gojek, berjualan seadanya. Konsumsinya tetap terhitung di PDB, tapi pajaknya tidak bertambah,” jelasnya dalam wawancara bersama Abraham Samad, Sabtu (6/6/2026).

Kondisi ini diperparah oleh deindustrialisasi dini: banyak pabrik yang belum pulih sejak pandemi COVID-19, kapasitas mesin belum kembali ke level prapandemi, sementara PHK terus berlanjut.

Kusfiardi memperingatkan bahwa jika tren ini tidak diatasi secara struktural, gelombang PHK besar-besaran berikutnya hanya soal waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Rupiah Tembus Rp18.000: Kepercayaan Investor Sudah Krisis

9 Juni 2026 - 08:40 WIB

Ekonom: Penurunan Komisi 8 Persen Berisiko Kurangi Order Pengemudi Ojol

5 Juni 2026 - 16:46 WIB

PPPI-INDEF Rekomendasikan Tujuh Kebijakan Tata Kelola Ojek Online

5 Juni 2026 - 12:43 WIB

Populer EKONOMI