Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

GLOBAL

Menkopolhukam Wiranto ditunjuk menjadi UKP

badge-check


					Menkopolhukam Wiranto ditunjuk menjadi UKP Perbesar

INAnews.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) untuk mewakili Presiden Joko Widodo serta rakyat Indonesia.

Penunjukan Wiranto sebagai UKP untuk menyikapi pengunduran diri Din Syamsudin beberapa waktu lalu.

Lawatan pertama dari Wiranto yakni memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Presiden Vietnam Tran Dai Quan.Menurut Menko Wiranto, Presiden Joko Widodo berharap semoga Yang Mulia Presiden Tran Dai Quang beristirahat dengan tenang.

“Kehadiran saya di sini sebagai Utusan Khusus Presiden Jokowi untuk mewakili beliau, negara, dan rakyat Indonesia pada upacara persemayaman Presiden Vietnam Tran Dai Quang yang wafat pada hari Jumat lalu,” ujarnya saat menghadiri upacara penghormatan kepada Presiden Vietnam Tran Dai Quang di Hanoi, Vietnam, Rabu (26/9/2018).

Pada kesempatan tersebut, Menko Wiranto didamping Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi melakukan peletakan bunga dan penghormatan terakhir kepada jenazah Presiden Tran. Selain itu, Menko Wiranto juga menyampaikan surat dari Presiden Joko Widodo kepada Deputy Prime Minister Vietnam Truong Hoa Binh.

“Atas nama pemerintah dan rakyat Republik Indonesia, sekali lagi, saya mengucapkan dukacita yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Republik Sosialis Vietnam atas berpulangnya Presiden Tran Dai Quang,” kata Menko Wiranto.

Kedatangan Menko Wiranto sebagai UKP dalam menghadiri upacara penghormatan ini merupakan refleksi kedekatan antara Indonesia dengan Vietnam. Sebab, seperti diketahui Vietnam merupakan mitra strategis Indonesia di Asia Tenggara.

Sebelumnya, pada tanggal 11-12 September 2018 lalu, Presiden Joko Widodo telah melakukan kunjungan kenegaraan ke Vietnam sekaligus menghadiri pertemuan World Economic Forum ASEAN.

Kedua Kepala Negara tersebut juga menyepakati berbagai kerja sama, mulai dari bidang perdagangan, pemberantasan pencurian ikan ilegal di perairan masing-masing, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) kedua negara, serta bidang perdamaian khususnya terkait masalah Laut Tiongkok Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

FPCI Sebut Tindakan AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional

9 Januari 2026 - 06:35 WIB

Situasi Venezuela Memanas, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman dan Serukan De-eskalasi

4 Januari 2026 - 11:08 WIB

AS Serang Venezuela: Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional

4 Januari 2026 - 10:07 WIB

Populer GLOBAL