Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

BUDAYA

Tradisi dan ritual unik suku mentawai

badge-check

INAnews.co.id – Suku Mentawai adalah nama salah satu suku yang menetap di Kepulauan Mentawai, Pulau Siberut, Sumatera Barat. Masyarakat Suku Mentawai terkenal masih bergantung penuh pada alam dan hidup jauh dari peradaban modern saat ini. Suku ini dikenal sebagai peramu yang sangat handal.

Suku mentawai mempunyai Kebudayaan tradisi dan ritual yang terlihat sangat mengerikan dan menyakitkan, berikut tradisi suku mentawai.

  1. Rumah Adat Suku Mentawai.

Di Mentawai memiliki 3 macam rumah :

– Uma
Uma biasanya berupa sebuah rumah tradisional yang besar dan bisa di huni oleh beberapa keluarga batih menurut garis keturunan ayah.

– Lalep
di dekat uma didirikan beberapa lalep, lalep adalah rumah keluarga yang perkawinan mereka belum resmi.

– Rusuk
Suatu pemondokan khusus, tempat penginapan bagi anak-anak muda, para janda dan mereka yang diusir dari kampung.

  1. Makanan
    Makanan pokok orang Mentawai yang tinggal di pulau Pagai adalah keladi, sedangkan di Siberut sagu dan pisang. Pada umumnya orang Mentawai doyan memakan daging monyet, rusa, babi dan ayam. Pemotongan babi biasanya dilakukan pada waktu pesta (punen) besar, sebagai tanda pertalian hubungan manusia dengan alam roh.
  2. Pakaian

Pakaian laki-laki adalah kabit (cawat), yang perempuan memakai rok yang terbuat dari daun atau kulit kayu. Sisa dari keratan-keratan pakaian juga biasanya diambil sebagai hiasan. Gigi suku mentawai diasah dan diruncing supaya tajam. Namun mereka sudah sejak lama mengembangkan busana cacah tubuh (tatto) yang spesifik.

Seiring dengan perkembangan, sekarang masyarakat Mentawai sudah mengenal pakaian dari kain. Walaupun begitu, biasanya Kerei (dukun) jarang atau tidak pernah memakai pakaian dari kain.

  1. Kepercayaan & Adat Istiadat

Orang Mentawai termasuk penganut aninisme, yang percaya kepada roh-roh, segala sesuatu (benda) yang ada berjiwa, Maksud tujuan dari kultus tersebut adalah agar diberi kesehatan dan umur panjang.
Timbulnya penyakit dianggap karena kekosongan pada jiwa. Kepergian jiwa untuk sementara, membawa akibat orang sakit, cara untuk menyembuhkan penyakit itu diperlukan Kerei (dukun). Kematian berarti jiwa pergi menghilang untuk selama-lamanya.

Adat
Kuat dalam menyatukan kebudayaan setiap rakyat adalah adat. “Arat” dalam bahasa dan kebudayaan Mentawai mencakup bermacam hal yang digolongkan kepada tradisi. Arat bagi masyarakat Mentawai adalah keselarasan dengan dunia, pemersatu dengan Uma dan jaminan hidup yang penuh dengan kedamaian dan ketentraman.

Agama / Kepercayaan
Kumpulan dan himpunan dari upacara-upacara disebut dengan “Arat Sabulungan”. Sabulungan berasal dari kata bulu yang berarti daun. Bahan-bahan untuk perangkat upacara keagamaan itu banyak menggunakan dedaunan dan ranting-ranting pepohonan.

Macam-macam sabulungan:
1. Taikamanua adalah roh yang hidup di udara dan langit
2. Taikapolak adalah roh yang bertempat tinggal di bumi
3. Taikabaga adalah roh yang hidup di bawah tanah
5. Roh-roh yang khusus menjaga binatang
a. Taikaleleu
– Samajuju, sebagai pelindung rusa
– Taikatengaloina, pelindung binatang yang ada di atas pohon
b. Taikbagakoat
Pelindung binatang di laut.

Masyarakat Mentawai sudah memeluk agama, namun pada hakekatnya kepercayaan Arat Sabulungan belum terkikis habis di lubuk hati orang Mentawai, oleh sebab itu corak keagamaan di Mentawai disebut Bikultural, bersama-sama dengan resmi, hidup dengan agama asli yang digolongkan ke dalam aliran kebatinan.

  1. Pernikahan di suku Mentawai

Hubungan antara satu uma dengan uma lainnya di jaga dengan mengadakan ikatan perkawinan setiap laki-laki mengambil istri dari uma tetangga nya. Kalau seorang suami meninggal maka janda nya kembali ke uma asalnya.

  1. Gigi Runcing Simbol Cantik

Tradisi unik di suku Mentawai adalah gigi runcing, tradisi ini biasanya ditujukan untuk para perempuan suku Mentawai, gigi runcing merupakan simbol kecantikan dari perempuan suku ini. Semakin runcing gigi mereka, semakin cantiklah perempuan itu. Selain sebagai simbol kecantikan, tradisi mengukir gigi ini juga menjadi simbol keseimbangan antara tubuh dan jiwa, dan mereka percaya bahwa tubuh manusia akan terpisah dengan roh atau jiwa.

  1. Tato

Suku Mentawai punya tradisi tato yang dianggap sebagai tato tertua di dunia. tato di Suku Mentawai memiliki 3 tahap. Tahap pertama akan dilakukan di usia 11-12 tahun pada bagian pangkal lengan, Kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua diusia 18-19 tahun pada bagian paha dan yang terakhir ketika seseorang telah dianggap dewasa.

Dan seiring perjalanan waktu, kesederhanaan dan tradisi unik di suku Mentawai perlahan mulai hilang. Hal tersebut terjadi karena masuknya pengaruh dari budaya luar. Saat ini, di suku Mentawai, dapat ditemukan masyarakat yang mengenakan kaos.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Nompang lewat,salam damai

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Juga

Kompetisi Bukan Jalan Kepemimpinan Perempuan

7 Januari 2026 - 09:25 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

5 Januari 2026 - 08:31 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

Mengenal Situs Tadulako: Menbud Susuri Sejarah Megalitik Lore Lindu

31 Desember 2025 - 13:22 WIB

Populer BUDAYA