INAnews.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) menyatakan tiga kelurahan di Ternate Barat terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Gamalama. Selain itu, BPBD Ternate juga meminta masyarakat sekitar untuk mewaspadai lahar dingin.
BPBD Kota Ternate sudah mendistribusikan satu karton masker untuk masyarakat setempat. Menurut Camat Ternate Barat, warga di lokasi masih membutuhkan tambahan masker.
Keterangan resmi dari Kementerian ESDM Badan Geologi PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama menyatakan bahwa status Gunung Gamalama saat ini Level II (Waspada) dengan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Gamalama, pengunjung, dan wisatawan tidak beraktivitas di dalam radius 1.5 KM dari kawah puncak Gunung Gamalama.
Pada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran berhulu di Gunung Gamalama diminta mewaspadai potensi anacaman bahaya sekunder berupa aliran lahar.
Meski demikian, status pada Gunung Gamalama belum perlu dinaikkan karena situasi masih memadai untuk erupsi saat ini. Namun, Hasyim mengimbu masyarakat tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa karena status Gunung Gamalama belum perlu dinaikkan lagi.
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk mencari informasi dari sumber terpercaya serta tidak menyebarkan kabar yang dapat membuat masyarakat resah.
Gunung api Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara (Malut), Kamis (4/10), pukul 11.52 WIT mengalami erupsi dengan mengeluarkan asap berwarna putih kelabu setinggi 250 meter dari puncak awal.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama, Darno Lamane mengatakan bahwa abu vulkanik dari erupsi Gunung Gamalama terbawa angin ke arah barat laut dan jatuh di wilayah Kecamatan Ternate Barat dan Pulau Ternate.
Walaupun Gunung Gamalama erupsi, statusnya masih tetap waspada level II, namun terus melakukan pengamatan untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik gunung itu.
Darno mengatakan, bahwa perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Gamalama sudah menunjukkan peningkatan sekitar pukul 10.00 WIT dan pada pukul 11.52 WIT terjadi erupsi.






