INAnews.co.id – Sejumlah korban gempa di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), membutuhkan bantuan tenda untuk hunian sementara saat ini.
“Tempat berlindung yang ada hanya terpal. Tenda besar hanya untuk dapur umur,” ujar Nujum, seorang warga korban gempa dari Desa Laone, Kecamatan Kulawi, Selasa (23/10).
Tenda yang ada atau yang digunakan dengan korban gempa saat ini, menurut Nujum, hanya terpal. Itupun hanya sebagian warga yang dapat, sebagian tidak. Saat gempa mengguncang pada 28 September 2018, sebagian besar rumah warga roboh dan sebagian rusak berat.
Karena itu, warga masih tetap di tenda-tenda pengungsian yang hanya menggunakan terpal. “Bantuan makanan dan air minum, sudah ada. Namun untuk tenda, hanya sebagian yang dapat,” ucap Nujum.
Bantuan tenaga medis, untuk penanganan kesehatan korban gempa telah tiba di Kulawi. Hal itu cukup untuk membantu korban di wilayah itu. Nujum mengaku, aktivitas warga mulai normal untuk wilayah Kecamatan Kulawi. Namun, belum semua korban beraktivitas seperti biasa.
Kulawi selain diguncang gempa, juga diikutkan dengan longsor dan banjir bandang. Dan beberapa desa terdapat korban jiwa seperti Desa Boladangko, Desa Namo dan Desa Salua.
Dan akses untuk menuju Kulawi terputus karena longsor. Longsor terjadi di beberapa titik sepanjang jalan menuju Kulawi di jalur pegunungan. Pemkab Sigi, Sulteng, terus berupaya untuk membuka akses menuju Kulawi agar masyarakat dapat dievakuasi dan penyaluran bantuan.






