Menu

Mode Gelap
Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

POLITIK

Nuruzzaman Tak ingin PKI dan HTI Lakukan Kudeta

badge-check

INAnews.co.id – Ketua Divisi Anti Teror GP Ansor Nuruzzaman menyatakan bahwa GP Ansor menolak keras terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) dan khilafah. Menurutnya, NKRI tidak hanya diperjuangkan oleh mayoritas umat Islam. Karena indonesia negara yang dibuat dan disepakati oleh berbagai agama.

“Di agama kami orang islam apabila meninggalkan kesepakatan wajib dibunuh, karena berkhianat, kami anak muda NU tetap menjaga NKRI dari ideologi yang merubah negara ini,” kata Nuruzzaman di sebuah diskusi yang mengusung tema ‘Membedah Agenda Politik Komunisme & Khilafah di Pilpres 2019’ di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Soal khilafah yang ada di organisasi Hizbut Tahir Indonesia (HTI), kata dia, itu organisasi politik bukan organisasi dakwah.

“Kenapa dilarang di banyak negara Islam, itu pertanyaannya. Kalau HTI memiliki cita-cita merubah menjadi khilafah, masuk konstitusi jadi parpol. Perjuangan konstitusi di negara ini, sistem demokrasi di pemerintahan di Indonesia,” terangnya.

Nuruzzaman juga berujar, salah satu metode perjuangan HTI ada tiga tahap, pertama melakukan kaderisasi mereka sudah melakukan 1500 orang. Kedua sosialisasi kepada masyarakat dengan mengibarkan bendera berlafadz illahi warna hitam.

Kemudian, adalah merebut kekuasaan. Salah satu metode merebut kekuasaan, HTI melakukan lobi kedua orang yang memiliki kekuatan.

“HTI di Jordania parpol, mereka melakukan kudeta, lalu di Irak melakukan dua kali kudeta. Kalau dibiarkan HTI juga akan melakukan kudeta, mereka sama seperti PKI,” tegasnya.

Komunisme dan khilafah adalah dua ideologi politik terlarang di Indonesia. Ideologi komunis sendiri sudah dilarang melalui TAP MPRS XXV/1966 tentang Larangan PKI dan Paham Komunisme di Indonesia.

Sedangkan penyebaran khilafah melalu HTI dilarang Perppu 2/2017 tentang Ormas yang telah disahkan DPR menjadi UU. Kedua ideologi tersebut dinilai bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

25 Februari 2026 - 20:45 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

25 Februari 2026 - 16:05 WIB

Populer POLITIK