Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

KRIMINAL

Dufi jurnalis yang didapati tewas dalam Drum

badge-check

INAnews.co.id, Jakarta – Abdullah Fithri Setiawan (43) atau Dufi yang lebih dikenal oleh Direktur Utama TV Muhammadiyah (TVMu), Gatot Triyanto. Dufi, Darah menjadi korban pembunuhan. Jasad Dufi ditemukan di kawasan industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor , Minggu (18/11) pagi.

Dalam kondisi tak bernyawa, Dufi ditemukan sebagai pemulung di dalam drum plastik berwarna biru yang ditutup rapat dengan lembaran perekat.

Semasa hidup, Dufi merupakan salah satu pekerja lepas atau freelance pada Perkembangan dan penjualan ( pemasaran dan penjualan ) TVMu. Gatot mengatakan Dufi telah bergabung di TVMu sejak tahun 2015, dua tahun setelah televisi yang berafiliasi dengan PP Muhammadiyah yang berdiri pada tahun 2013. Hingga akhir hayatnya, Dufi masih mencoba sebagai pekerja lepas dari saluran televisi tersebut.

Gatot mengatakan selama ini pihaknya mengenal Dufi sebagai seorang yang rajin, pekerja keras dan bersemangat dalam bekerja. Sebagai seorang sales, Dufi selalu mencetak target. Atas dasar itu, sambungnya, citra Dufi sangat baik dalam manejemen stasiun televisi yang menyentuh PP Muhammadiyah periode 2010-2015 itu.

Gatot mengatakan, dua hingga tiga bulan sebelum berubah, Dufi menjadi sosok yang sangat produktif di TVMu . “2015 dia memulai freelance di TVMU kemudian dia on-off gitu, tahun 2017 ada perempatan yang direksi itu matidiaktifkan baru 2018 ini. Akhir-akhir ini dia mulai aktif, dia sangat produktif di TVMu , sejak bulan Juli aktif karena dia bisa mendapatkan iklan, “tuturnya.

Menurut Gatot, Dufi tengah melakukan untuk iklan dan acara bersama salah satu Merek kosmetik .

Proyek itu menjadi yang terakhir di dipegangnya. Sebelum peristiwa Pembunuhan, Dufi bahkan Sempat ke malang bersama Gatot dan seorang lainnya untuk review menjalankan acara tersebut.

“Kemarin Dari Malang Penyanyi, baru Pulang Dari Malang hari Selasa, Rabu Sudah Pulang. Rencananya ini masih ada di Yogya dan UMS Solo masih ada dua acaraYang masih PR-nya Dufi. Tapi, karena beliau meninggal, itu saya yang melengkap, “ujar Gatot.

Gatot yakin Jajaran TVMu merasa kehilangan dengan kepergian Dufi.

“Dia sangat baik dari sisi kinerja, kedua ibadahnya sangat luar biasa, saya tahu karena di Malang bertiga sama saya Dan satu lagi, salah satu mas Dufi menginap di rumah saya juga. Maka kami sangat kehilangan dia, “ungkapnya.

ditemukan seorang pemulung terbujur di dalam drum pada Minggu (18/11) pagi. Kapolsek Klapanunggal Perwira Ajun Polisi Bimantoro Kurniawan menjelaskan mayat Dufi ditemukan seorang pemulung berinisial SA sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu jasad Dufi ditemukan orang tanpa identitas.

Polisi lalu melakukan olah tempat perkara (TKP) dan membawa mayat tersebut ke Pusdokkes RS Bhayangkara R Said Sukanto (RS Polri), Jakarta Timur, untuk identifikasi dan otopsi. Di situlah, kata Bimantoro, identitas orang yang terungkap.

Dan dari informasi yang ditemukan kemudian Dufi yang merupakan kelahiran 1975 yang pernah berkarier sebagai wartawan di Rakyat Merdeka dan Berita Satu .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

APMM Kepton Kawal Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Busel, Wakapolres Buton Instruksikan Penyelesaian dalam Satu Minggu

17 Desember 2025 - 00:45 WIB

Empat Bulan Tanpa Kepastian, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Penyidikan Polres Buton dalam Kasus Dugaan Penganiayaan Anak

10 Desember 2025 - 22:41 WIB

Imigrasi Batam Amankan Buronan Kasus Keuangan Rp2,2 Triliun dari RRT

22 November 2025 - 09:20 WIB

Populer DAERAH