INAnews.co.id , Jakarta – Peta politik pertarungan dua pasangan calon Presiden terus berulir yakni antara pasangan calon nomor urut 1 (Jokowi & Ma’ruf Amin) dan pasangan calon nomor urut 2 (Prabowo Subianto & Sandiaga Uno) yang dimulai dari tahun ini 2018 sampai dipenghujung tahun 2019. Ady Kurniawan sebagai Ketua Gerakan Nasional Rakyat Bersama Jokowi (GNRBJ) menjelaskan jika GNRBJ ini merupakan sebagai basis relawan yang telah mendeklarasikan diri pada tanggal 14 okotober 2018 dalam diskusi publik di Gado-gado Boplo Kuningan pada tanggal 7 November mengatakan ada potensi suara lain yang bisa diraih dari kedua paslon.
“Dimana GNRBJ ini adalah sebagai gerakan yang mendukung penuh pasangan calon nomor urut 1 yakni Jokowi & Maaruf Amin , kali ini kami akan menjadi sebuah gerakan relawan yang mengambil peluang suara dari sektor ekonomi rakyat dan berpotensi memiliki kuota suara yang besar dalam Pemilu 2019 nanti yakni driver online” jelas Ady.
Dijelaskan kembali oleh Ady , “GNRBJ melihat ini kembali lagi sebagai potensi yang tersembunyi, sebab dikatakan jika pasangan Jokowi & Ma’ruf Amin mampu merespon suara driver online dan ojek online secara cepat , target suara sebanyak 60% dalam Pemilu 2019 nanti mampu tercapai dan imbasnya akan berdampak banyak pada suara parta koalisi pengusung Paslon Jokowi & Ma’ruf Amin, seperti PDIP, Nasdem, Perindo, PSI, PKB dan PPP” jelas Ady dalam diskusi tersebut.
Disambungkan juga oleh Ady jika Ojek Online dan Taksi Online yang hadir di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla . ” Driver online yang sekarang ini ada menjadi sebuah gerakan ekonomi rakyat yang kreatif dan mampu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia,” ujarnya dalam Diskusi Publik Yang bertema “Kemana Suara Driver Online Di Pemilu 2019”.
“Kehadiran pemain start up dalam bidang transportasi ini juga ternyata banyak menyumbang penghasilan pajak Negara secara tidak langsung. Terbukti selama ini mampu menyumbang Pendapatan Domestik Dalam Negeri,” jelas Ady.
Ditambahkan oleh Ady jika Paslon Jokowi dan Ma’ruf Amin tidak cepat melihat peluang ini dan merespon mereka bisa jadi , suara driver online bisa jatuh ke paslon lain.
“Saya bisa pastikan jika pak Jokowi tidak tanggap atas permasalahan driver online yang sekarang ada, dan paslon lawan melihat peluang ini bisa jadi mereka bergeser ke paslon itu,” ucap Ady.






