Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

PERISTIWA

Gunung Karangetang Sulawesi Utara menyemburkan Abu Vulkanik

badge-check


					Gunung Karangetang Sulawesi Utara menyemburkan Abu Vulkanik Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Gunung Karangetang di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyemburkan abu vulkanik pada Kamis (21/12/2018).

Dari keterangan Pos Pengamatan Gunung Karangetang, Kepulauan Sitaro menaikkan status Gunung Karangetang menjadi siaga level III pada Jumat (21/12/18) pukul 00.00-06.00 Wita.

Namun, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang Yudia Prama Tatipang menjelaskan, secara visual gunung kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

“Sementara aktivitas kegempaan guguran terjadi 16 kali dengan amplitudo 3-5 milimeter, dengan durasi 50-60 detik. Sedangkan hembusan terjadi 12 kali dengan amplitudo 10-47 milimeter berdurasi 30-80 detik. Tremor harmonik juga terjadi 13 kali dengan amplitudo 7-13 milimeter, dengan durasi 30-120 detik,”

Lanjut dia, juga terjadi tektonik jauh dengan amplitudo 52 milimeter, S-P13 detik, berdurasi 140 detik. “Terjadi juga tremor jenis microtremor dengan amplitudo 0,53 milimeter dominan 2 milimeter,” ujar yudia.

Ia meminta untuk masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam radius 2,5 kilometer dari kawah 2 (kawah utara) dan kawah utama (kawah Selatan) ke arah utara, timur-selatan-barat dan radius 3 kilometer ke arah baratlaut.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai,” harapnya.

Dan dia menambahkan, masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Detik-Detik Kejatuhan Soeharto: Tidak Ada Sahabat Abadi

22 Januari 2026 - 14:40 WIB

Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung, Meledak dan Terbakar, Kata Saksi

18 Januari 2026 - 11:04 WIB

Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, 10 Orang di Dalam Pesawat

17 Januari 2026 - 19:41 WIB

Populer PERISTIWA