Menu

Mode Gelap
Rocky: Hanya Politik Mahasiswa yang Bermutu, Politisi Hanya Urusi Kepentingan Personal Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Peneliti: Mukjizat bagi Indonesia YLBHI Kecam Kesepakatan Prabowo dengan Trump Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

TNI/POLRI

Kapolri himbau jajaranya membangun komunikasi dengan media

badge-check


					Kapolri himbau jajaranya membangun komunikasi dengan media Perbesar

INAnews.co.id ,Jakarta – Kapolri , Jenderal Pol Prof. H Muhammad Tito Karnavian, Ph,D membuka Rapat Konsolidasi dan Anev Tim Multimedia Humas Polri Tahun 2018.

“Media harus secara rutin diajak berkomunikasi agar punya pandangan yang sejalan khususnya terkait keamanan negara, dan lakukan kerjasama formal atau informal di media konvensional,” kata Kapolri dalam sambutannya kepada seluruh peserta rapat di Rupatama, Mabes Polri, Senin (17/12/2018).

Kapolri mengimbau jajarannya untuk bisa akrab dengan media.

“Ngobrol, diskusi, makan sama-sama atau kegiatan outdoor dengan teman-teman media dilakukan, sehingga terbangun satu kesamaan pandangan jika berbicara kepentingan bangsa dan negara dan stabilitas keamanan. Ini hanya bisa diwujudkan melalui komunikasi,” jelas Kapolri.

Kapolri juga ingatkan kepada jajarannya tetap memperhatikan informasi yang disampaikan ke publik lewat media. Dikatakan Tito semua media mengejar pemberitaan exclusive karena dengan begitu bisa menaikan rating dan mendatangkan pembaca.

“Perlu dilihat juga kalau berita yang dimunculkan oleh teman-teman media atas nama eksklusif, profit dan rating tapi berakibat pada keresahan publik atau provokatif, harap diperhatikan,” imbuh Kapolri.

Selain itu Tito juga berharap para humas merangkul komunitas citizen journalism yang aktif di media sosial.

“Jika media konvensional memiliki struktur kepemimpinan, maka media sosial lebih dinamis karena tak memiliki struktur tersebut” ucap Tito.

Sebab kata Tito jika dimedia sosial, setiap orang bisa jadi reporter, koordinator liputan, redaktur, pemred sekaligus pemilik media. Tiap orang yang memiliki akses sosial media, dan bisa memberitakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kiriman Pasukan ke Gaza Bisa Jadi Alat Israel Lucuti Hamas

23 Februari 2026 - 14:24 WIB

Polisi di Bawah Presiden Ancaman Nyata bagi Demokrasi

18 Februari 2026 - 13:39 WIB

Didu Ungkap Rencana Prabowo Reformasi Total Polri: Bukan Sekadar Ganti Kapolri

16 Februari 2026 - 20:36 WIB

Populer POLITIK