INAnews.co.id, Jakarta – Raja Ampat, setiap desa wisata selalu punya cerita yang menarik. Jika desa Sawinggrai lekat dengan pesona burung cenderawasihnya, Desa Arborek dikenal melalui atraksi Manta Ray, berbeda dengan desa Sauwandarek.
Kawasan ini masih sangat tradisional dan memiliki cerita menarik tentang telaga Yenauwyau yang berair asin. Oleh masyarakat setempat, telaga Yenauwyau dianggap keramat.
Konon katanya tempat ini dihuni seekor penyu putih. Tidak banyak orang yang bisa melihat wujud penyu tersebut. Itu mengapa bagi yang kebetulan melihatnya dipercaya akan mendapatkan keberuntungan.
Namun, jika pun tidak melihat penyu putih, telaga Yenauwyau masih menyimpan pesona yakni melihat burung Maleo Waigeo (Spilocuscus Papuensis).
Kabupaten Mansar Meos, Raja Ampat, Papua Barat ini adalah rumah-rumah penduduknya yang masih berbentuk asli tempo dulu dengan atap dari daun yang masih asli. Ada sekitar 46 keluarga atau 179 penduduk yang menghuni desa Sauwandarek.
Sementara itu, jangan lupa menyempatkan diri untuk snorkling dan diving untuk melihat dari delat kekayaan fauna bawah laut seperti kuda laut mini, udang mantis, blue ring, octopus, ikan mandarin, ikan ekor kuning atau segerombolan ikan tuna serta barakuda.
Dan bagi yang ingin bersantai, hamparan pasir putih plus birunya lautan adalah panorama cantik yang senantiasa akan menemani Anda selama liburan di desa Sauwandarek.






