Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

GLOBAL

Puncak peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2018 di Lapas Cipinang

badge-check


					Puncak peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2018 di Lapas Cipinang Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) dalam sambutannya yang mengatakan bahwa WBP dan tahanan adalah kelompok non populasi kunci yang rentan penularan HIV, sehingga perlu segera diketahui status HIV-nya. Selain itu, jumlah WBP dan tahanan narkotika cenderung meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia.

“WBP dan tahanan adalah kelompok masyarakat yang berada dalam Closed setting. Karena itu, mereka perlu mendapat perhatian dan pendekatan khusus guna meningkatkan derajat kesehatannya,” ujar Menkes.

Peringatan Hari AIDS Sedunia atau HAS tahun ini mengambil tema Saya Berani, Saya Sehat!. Artinya, berani memeriksakan status HIV dan apabila positive HIV akan tetap sehat karena patuh minum obat ARV.

Pada kesempatan tersebut, Menkes RI Nila Moleoek memberikan penghargaan kepada Menteri HUkum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasona H Laoly SH., MSc., Ph.D, atas upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham yang secara konsisten sejak tahun 2003 melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan (Lapas) diseluruh Indonesia.

Senada dengan Nila, Menkum dan ham, Yasonna H Laoly juga mengajak seluruh lapisan masyarakat di tanah air untuk berperilaku hidup sehat demi mencegah dan mengendalikan penularan HIV di Indonesia.

“maka untuk pencegahan HIV AIDS, sangat dibutuhkan dukungan moral dan peran orang tua, guru, tokoh masyarakat, serta tokoh agama termasuk ulama untuk membantu melakukan  peran untuk melakukan pencegahan wabah penyakit tersebut” ujar Laoly.

Pada kesempatan yang sama, Ditjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menyampaikan bahwa penanggulangan HIV AIDS bagi tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas dan Rutan terus  diupayakan Ditjen Pemasyarakatan.

“Sejak tahun 2003, Ditjenpas bekerjasama dengan berbagai instansi terkait seperti Kementerian Kesehatan, UNODC, PKNI, dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lainnya melakukan penanggulangan dibeberapa Lapas dan Rutan,” tutur Utami.

Hingga saat ini Tahanan dan WBP penderita penderita HIV yang ditangani oleh Lapas dan Rutan berjumlah 1.042 Orang. Jumlah tersebut tentunya perlu menjadi perhatian semua untuk menyadari pentingnya penanganan HIV-AIDS di Lapas/Rutan.

Acara ditutup dengan kegiatan  pameran industri kecil dan beberapa hiburan yang dibawakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang antara lain:

Warga Binaan Pemasyarakatan Dari sejumlah Unit pelaksana Teknis Pemasyarakatan juga turut menghibur para tamu yang hadir di kegiatan  peringatan Hari AIDS Sedunia ini, diantaranya adalah persembahan  Tarian kemilau Nusantara dari Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Jakarta, Hiburan Grup Musik dari Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta dan Hiburan Musik keroncong dari Warga Binaan Lapas Cikarang, serta Drama musical persembahan dari Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

FPCI Sebut Tindakan AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional

9 Januari 2026 - 06:35 WIB

Situasi Venezuela Memanas, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman dan Serukan De-eskalasi

4 Januari 2026 - 11:08 WIB

AS Serang Venezuela: Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional

4 Januari 2026 - 10:07 WIB

Populer GLOBAL