INAnews.co.id, Jakarta – Polda Jawa Barat mengerahkan dua ekor anjing pelacak untuk mempermudah pencarian korban bencana alam tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, yang diduga masih tertimbun longsoran tanah.
Hujan deras yang kerap turun di lokasi bencana sangat menyulitkan tim evakuasi yang berasal dari TNI, Polri, Basarnas, Sarda, BPBD dan relawan. Diduga masih ada puluhan korban yang belum ditemukan diduga tertimbun tanah dan lumpur.
Oleh karena itu, dengan adanya anjing pelacak tersebut bisa mempermudah menemukan korban yang tertimbun longsor sehingga titik pencarian bisa lebih fokus. Selain itu, dengan tambahan alat berat proses evakuasi juga akan lebih cepat lagi.
Di sisi lain, setiap jenazah yang ditemukan dibawa terlebih dahulu ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk dilakukan identifikasi dan pencocokan. Setelah itu, akan dipanggil pihak keluarganya, jika cocok, maka akan langsung diserahkan.
Tanah longsor yang telah menjadi lumpur akibat guyuran hujan menjadi kendala dalam pencarian yang dilakukan anjing pelacak dan anjing pelacak yang dikerahkan itu sudah terlatih dan daya endusnya kuat, sehingga bisa mengetahui keberadaan jasad korban, meskipun berada dalam timbunan lumpur atau tanah.






