Menu

Mode Gelap
Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG

KEUANGAN

BNI Syariah tumbuh positif di 2018, laba bersih capai Rp.416 miliar

badge-check


					BNI Syariah tumbuh positif di 2018, laba bersih capai Rp.416 miliar Perbesar

INAnews.co.id, JakartaKinerja BNI Syariah tahun 2018 mengalami pertumbuhan yang positif. Per Desember 2018, Laba bersih mencapai Rp 416,08 Miliar atau naik 35,67 persen dibanding  tahun 2017.

“Kenaikan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan Fee Based, dan rasio dana murah yang optimal,” ungkap Direktur Utama BNI Syariah Firman Wibowo, saat pemaparan kinerja BNI Syariah Triwulan IV-2018, di Kantor Pusat BNI Syariah, Jakarta, Kamis, 14 Februari 2019..

Desember 2018, Aset BNI Syariah mencapai Rp41,05 Triliun atau tumbuh sebesar    17,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi bisnis khususnya penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah mencapai Rp 35,50 Triliun atau tumbuh 20,82% dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3 juta.

“Komposisi DPK tersebut didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 55,82%. Komposisi dana murah ini juga meningkat jika dibanding tahun sebelumnya (51,60%),” jelas Firman.

Dari sisi penyaluran dana,Firman memaparkan BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp28,30 Triliun atau naik 19,93%.

“Komposisi Pembiayaan tahun 2018 disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp13,92 Triliun (49,17%), diikuti segmen Komersial Rp7,00 Triliun (24,74%), segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp5,97 Triliun (21,09%), segmen Mikro Rp1,08 Triliun (3,82%), dan Hasanah Card Rp332,69 Miliar (1,18%),” jelas Firman.

Dijelaskan juga BNI Syariah terus menjaga kualitas pembiayaan, dimana pada tahun 2018 berhasil menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) dibawah 3% yaitu sebesar 2,93%.

Lebih lanjut, Firman mengatakan, BNI Syariah mencanangkan 2019 sebagai tahun quality growth di mana BNI Syariah diharapkan dapat tumbuh secara berkualitas, baik dari sisi kapabilitas organisasi maupun secara bisnis termasuk untuk pembiayaan.

Adapun tren yang berkembang itu baik di level global di antaranya adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, volatilitas mata uang, dan kecendrungan naiknya reference rate, termasuk juga adanya Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

Secara umum, lanjut Firman, pada 2019 BNI Syariah akan meningkatkan ekspansi pembiayaan kepada sektor komersial secara selektif kepada nasabah yang memiliki tingkat risiko rendah seperti BUMN.

Namun, tambahnya, secara bankwide BNI Syariah akan meningkatkan porsi pembiayaan pada segmen ritel (small and medium) dan sedikit menurunkan porsi komersial.

“Pada 2019, kami menargetkan segmen komersial tumbuh di kisaran 20 persen. Dengan penyaluran yang dilakukan secara pruden kami meyakini bahwa NPF segmen ini bisa terjaga di bawah dua persen (di 2019),” ujar Firman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

Danantara Jadi Ujung Tombak Pemulihan Pascabencana di Aceh

2 Januari 2026 - 08:47 WIB

Membedah Kontradiksi Kebijakan Moneter BI yang Dianggap Berhalusinasi

31 Desember 2025 - 09:11 WIB

Populer KEUANGAN