Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

KEUANGAN

Poundsterling lemah akibat pembelotan anggota Partai Konservatif

badge-check


					Poundsterling lemah akibat pembelotan anggota Partai Konservatif Perbesar

INAnews.co.id , Jakarta – Mata uang negara Inggris berada dalam tekanan setelah tiga anggota parlemen membelot dari partai Konservatif .

Partai yang dipimpin Perdana Menteri Theresa May tersebut diperkirakan merusak strategi Brexit milik Theresa May.

Kepala Strategi Mata Uang RBC Capital Markets Adam Cole mengatakan  bahwa pembelotan anggota parlemen tersebut telah menekan nilai tukar pound sterling.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Inggris jatuh ke level US$1.3030 per pound sterling, melemah 0,15% atau turun 0,0020 poin pada perdagangan Kamis (21/2/2019) pukul 13.21 WIB.

Selain itu keluarnya anggota parlemen dari Partai Konservatif Inggris , mengurangi produktivitas parlemen dengan tingkat suara mayor, serta telah meningkatkan kemungkinan pemilihan cepat.

Theressa May kembali ke Brussels untuk menyelamatkan kesepakatan Brexitnya yang ditolak oleh mayoritas parlemen Inggris bulan lalu.

Inggris dapat tersingkir dari blok perdagangan terbesar dunia dalam 37 hari.  Jika May tidak dapat membujuk ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker atau parlemen Inggris untuk memodifikasi kesepakatannya.

Ketidakpastian atas pengaturan perbatasan tersebut juga membebani poundsterling. Rintangan utama Inggris adalah backstop atau kebijakan asuransi .

Tujuannya untuk mencegah kembalinya cek ekstensif di perbatasan antara anggota Uni Eropa, Irlandia dan provinsi Inggris di Irlandia Utara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

Prabowo Ultimatum Kepala OJK Mundur

16 Februari 2026 - 16:27 WIB

Penelitian: MMQ Jauh Lebih Adil dari Murabahah untuk KPR Syariah

16 Februari 2026 - 14:24 WIB

Populer KEUANGAN